
JOSS.CO.ID, Semarang – Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, berencana mengusulkan rumah warga yang tidak layak huni di Kabupaten Kudus untuk mendapatkan bantuan perbaikan dari pihak swasta melalui program rumah sederhana layak huni (RSLH).
Salah satu contoh adalah rumah Ponirah, warga Desa Mijen, Kecamatan Kaliwungu, yang dapurnya roboh karena angin kencang dan rumahnya dalam kondisi buruk.
Sam’ani mengatakan bahwa rumah Ponirah bisa diajukan untuk mendapatkan bantuan RSLH dari perusahaan swasta, agar segera diperbaiki. Pemerintah desa dan kecamatan juga telah mengusulkan bantuan ini melalui program CSR PT Djarum.
“Mudah-mudahan memenuhi syarat sehingga bisa diperbaiki secepatnya,” ujarnya ditemui usai menyerahkan bantuan sembako dan perlengkapan harian, serta sejumlah uang dari Baznas Kudus, Selasa (25/03/2025).
Selain itu, Pemkab Kudus juga memberikan bantuan melalui Dinas Sosial, Baznas, dan BPBD Kudus, seperti uang tunai Rp5 juta dari Baznas, sembako, selimut, dan minyak goreng.
Pemkab Kudus mencatat ada sekitar 6.000 rumah yang memerlukan perhatian, dengan 600 rumah dalam kondisi sangat parah.
Pada tahun 2025, Pemkab Kudus menargetkan perbaikan rumah tidak layak huni dapat selesai, dengan dukungan anggaran Rp5 miliar dari pihak swasta yang akan memperbaiki 100 rumah pada 2024.
Ponirah mengungkapkan bahwa rumahnya memang tidak layak huni dan membutuhkan biaya besar untuk perbaikan.
“Saya berharap bantuan dari Bupati Kudus agar rumah saya bisa layak huni, apalagi dapur saya roboh setelah angin kencang,” katanya.

Leave a Reply