JOSS.CO.ID, Semarang – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat peningkatan impor kurma menjelang Ramadan. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, mengungkapkan bahwa tren impor ini mulai meningkat lima bulan sebelum Ramadan dan Lebaran Idul Fitri 2025.
“Peningkatan paling signifikan terjadi pada Januari dan Februari 2025,” ujar Amalia dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (17/3/2025).
Impor kurma selama Januari hingga Februari 2025 tercatat mencapai 32,89 ribu ton dengan nilai mencapai US$ 38,76 juta, atau sekitar Rp 631 miliar.
Sebagian besar impor kurma ini berasal dari Mesir, yang mencapai 19,39 ribu ton atau sekitar 59% dari total impor. Selain Mesir, Indonesia juga mengimpor kurma dari Arab Saudi (13,87%), Uni Emirat Arab (8,96%), Tunisia (5,87%), dan Iran (4,39%).
BPS juga mencatat bahwa pada Februari 2025, impor kurma mencapai 16,47 ribu ton dengan nilai US$ 18,09 juta. Sebagian besar kurma yang diimpor berasal dari Mesir, sebanyak 9,24 ribu ton (56,12% dari total impor), diikuti oleh Arab Saudi dengan 2,69 ribu ton (16,32%), dan Uni Emirat Arab dengan 1,19 ribu ton (7,22%).

Leave a Reply