Pertumbuhan Ekonomi DIY Capai 5,03 Persen, Tertinggi di Pulau Jawa pada Triwulan IV

Ilustrasi Pertumbuhan ekonomi
Ilustrasi Pertumbuhan ekonomi

Pertumbuhan Ekonomi DIY 2024 Capai 5,03 Persen, Tertinggi di Pulau Jawa pada Triwulan IV

JoSS, JOGJA – Badan Pusat Statistik (BPS) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi DIY secara kumulatif sepanjang tahun 2024 mencapai 5,03 persen. Angka ini sedikit lebih rendah dibandingkan capaian tahun 2023 yang tumbuh sebesar 5,07 persen secara tahunan (year on year/yoy), namun lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV 2024 sebesar 2,92 persen secara kuartalan (quarter to quarter/qtq).

Pada triwulan IV 2024, ekonomi DIY mencatat pertumbuhan tertinggi di antara provinsi lain se-Pulau Jawa, baik dari sisi kuartalan (qtq), tahunan (yoy), maupun secara kumulatif (ctc). Beberapa faktor yang mendorong pertumbuhan ini di antaranya adalah proyek-proyek Strategis Nasional (PSN) yang masih berjalan serta meningkatnya kunjungan wisatawan selama libur Natal dan Tahun Baru.

Struktur Perekonomian DIY 2024

Kepala BPS DIY, Herum Fajarwati, mengungkapkan bahwa Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) DIY atas dasar harga berlaku pada tahun 2024 mencapai Rp193,51 triliun, sedangkan berdasarkan harga konstan tahun 2010 sebesar Rp124,59 triliun. Struktur PDRB DIY berdasarkan lapangan usaha tidak mengalami perubahan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kinerja perekonomian DIY 2024 yang diukur dari laju pertumbuhan PDRB atas dasar harga konstan tahun 2010 tumbuh sebesar 5,03 persen. Pertumbuhan ini sedikit melambat jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tumbuh sebesar 5,07 persen. Kondisi ini mencerminkan perekonomian DIY secara kumulatif 2024 cukup kondusif,” ujar Herum di kantornya, Selasa (5/2).

Semua lapangan usaha di DIY mengalami pertumbuhan positif sepanjang tahun 2024. Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Pengadaan Listrik dan Gas mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 10,67 persen. Sementara itu, dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Akhir Lembaga Non-Profit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 11,06 persen.

Kinerja Ekonomi DIY Triwulan IV 2024

Secara tahunan (yoy), ekonomi DIY pada triwulan IV 2024 tumbuh sebesar 5,07 persen dibandingkan triwulan IV 2023. Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Pertambangan dan Penggalian mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 15,50 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 8,35 persen.

Dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (qtq), ekonomi DIY tumbuh sebesar 2,92 persen pada triwulan IV 2024. Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 13,40 persen. Sementara itu, dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PKP) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 32,36 persen.

Dominasi Sektor Ekonomi DIY

Struktur ekonomi DIY pada tahun 2024 masih didominasi oleh beberapa sektor utama, yaitu Industri Pengolahan (11,83 persen), Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum (10,59 persen), serta Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (9,92 persen). Dari sisi pengeluaran, Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga masih menjadi komponen terbesar dengan kontribusi sebesar 61,88 persen, diikuti oleh Pembentukan Modal Tetap Bruto (34,42 persen) dan Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (14,57 persen).

Kontribusi DIY dalam Perekonomian Nasional

Secara nasional, struktur perekonomian Indonesia pada tahun 2024 masih didominasi oleh provinsi-provinsi di Pulau Jawa yang berkontribusi sebesar 57,02 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Disusul oleh Pulau Sumatera (22,12 persen), Pulau Kalimantan (8,24 persen), Pulau Sulawesi (7,12 persen), Pulau Bali dan Nusa Tenggara (2,81 persen), serta Pulau Maluku dan Papua (2,69 persen).

Herum mengungkapkan bahwa kontribusi PDRB DIY terhadap total PDB Pulau Jawa relatif kecil, yakni sebesar 1,54 persen. Sementara itu, kontribusi DIY terhadap total 38 provinsi di Indonesia hanya sebesar 0,88 persen.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*