
JosS, Semarang – Seorang remaja yang menjaki Gunung Slamet meninggal usai jatuh ke jurang 100 meter. Tim SAR melakukan evakuasi namun korban tidak selamat.
Insiden tersebut terjadi saat korban sedang dalam perjalanan turun dari puncak Gunung Slamet. Pendaki asal Bekasi tersebut meninggal dunia selama proses evakuasi ke basecamp Bambangan.
Menurut Supervisor Site Gunung Slamet Perhutani Alam Wisata Wilayah Barat, Sugeng Utomo, korban ditemukan dalam keadaan tak sadarkan diri sekitar pukul 19.30 WIB pada malam sebelumnya. Tim SAR segera melakukan pertolongan dan proses evakuasi.
“Pukul 23.00 WIB tim SAR sampai di pos 7, pukul 23.30 WIB tim SAR sampai di Pos 6 dan menginformasikan bahwa korban telah meninggal dunia,” kata Sugeng, pada Senin (24/2/2025).
Kemudian tim SAR gabungan terus melanjutkan perjalanan meskipun korban telah meninggal. Tim akhirnya tiba di basecamp pada pukul 06.55 WIB, dan jenazah korban segera diperiksa oleh petugas Inafis.
Tim medis selesai melakukan pemeriksaan pukul 08.00 WIB. Lalu, jasad dibawa ke RS Goeteng untuk dilakukan pemulasaraan
Sebelumnya, dikabarkan seorang pendaki asal Bekasi, Jawa Barat, yang bernama M (16), terjatuh ke jurang saat melakukan pendakian di Gunung Slamet. Kondisi korban ditemukan dalam jurang dengan kedalaman sekitar 100 meter.
Sugeng Utomo menjelaskan bahwa korban melakukan perjalanan pendakian bersama empat temannya melalui pos Bambangan, Kabupaten Purbalingga, pada tanggal 22 Februari. Mereka berencana untuk turun pada hari berikutnya.
Namun, saat perjalanan turun mendekati pos 9, korban bergerak cepat dan mendahului kelompoknya, meskipun kondisi cuaca sedang berkabut. Salah satu rekannya melihat korban tersandung dan terjatuh. Meskipun teman-temannya berusaha memanggil dan menolong, mereka tidak dapat menemukan korban karena pandangan yang terbatas akibat kabut tebal.

Leave a Reply