
Mohammad Saleh: Manajemen Diri Penting bagi Mahasiswa untuk Membangun Integritas dan Reputasi
JoSS, SEMARANG – Manajemen diri jadi salah satu kunci untuk menghadapi tantangan aktual mahasiswa saat ini. Dengan manajemen diri, mahasiswa bisa mandiri. Itu jadi modal penting untuk membangun integritas dan reputasi.
Pernyataan itu diungkapkan Wakil Ketua DPRD Jateng Mohammad Saleh saat memberi materi pada kegiatan Training Orientasi Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Undip 2025, Minggu (23/2).
Menurut Mohammad Saleh yang juga Bendahara DPD Partai Golkar Jateng itu, tantangan aktual yang dihadapi mahasiswa saat ini antara lain, biaya pedidikan dan biaya hidup yang tinggi, serta minimnya kesempatan kerja dan kesenjangan ketrampilan.
Selain itu, juga derasnya panggilan untuk berjuang menegakkan keadilan dan kebenaran dalam bernegara. Persoalan lainnya berkaitan dengan tanggung jawab sosial dan moral seperti lingkungan serta demokrasi.
“Integritas dan reputasi merupakan jalan mencapai puncak cita-cita. Itu juga harus didukung dengan disiplin diri. Kalau tidak mengatur diri, akan diatur orang lain,” ujar Mohammad Saleh.
Baca Juga: Ketua PJSI Jateng Mohammad Saleh Targetkan Yayasan Judo Berdiri Tahun Ini
“Jadi, manajemen diri diperlukan sebagai dasar penting dalam berkiprah dalam kehidupan nyata, di dunia kerja, juga jika ingin terjun ke dunia politik,” imbuhnya.
Untuk melatih, mengasah, dan mematangkan manajemen diri, lanjut Mohammad Saleh, mahasiswa perlu wadah organisasi. Berorganisasi mderupakan latihan terbaik untuk membangun kemampuan kepemimpinan seseorang.
“Kekuatan seseorang dalam berorganisasi akan ditentukan motivasi yang dilandaskan kesadaran, bukan ikut-ikutan. Berorganisasi pasti butuh waktu. Mengatur waktu menjadi keniscayaan. Ini bukan permasalahan, tapi sebuah kewajaran,” terang Mohammad Saleh.

Sementara itu, Ketua BEM Undip 2025, Aufa Atha Ariq Aoraqi, menyatakan materi yang diberikan Mohammad Saleh sangat berguna untuk landasan berorganisasi. Selain itu juga menyadarkan mahasiswa pentingnya berorganisasi.
“Pak Saleh juga membagikan pengalaman beliau sebagai aktivis mahasiswa pada zamannya. Hal itu membuka cakrawala mahasiswa untuk dapat berjalan sebagai organisatoris dan aktivis,” tandas Aufa Atha Ariq Aoraqi. (Red)

Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS

Leave a Reply