JoSS, BOYOLALI – Wakil Ketua DPRD Jateng Mohammad Saleh mendukung program Daycare atau Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) dari Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) atau Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
Menurutnya, program tersebut sangat membantu orang tua pekerja sehingga akan berdampak pada meningkatnya pruduktivitas.
“Program ini sangat baik bagi orang tua pekerja sehingga harus didukung.
Daycare ini jadi jawaban dari kecemasan orang tua yang meninggalkan anaknya untuk bekerja. Karena dengan adanya daycare ini anak bisa dititipkan di suatu tempat yang peduli dengan kebersihan, makanan, kenyamanan, dan kesehatan,” ujar Mohammad Saleh di sela-sela mengikuti kunjungan Mendukbangga/BKKBN Wihaji ke TPA Pertiwi Boyolali.
Program Daycare ini merupakan salah satu dari lima quick wins yang dilakukan oleh Mendukbangga/BKKBN Wihaji untuk tahun 2025.
Adapun empat program quick wins lainnya adalah gerakan orang tua asuh cegah stunting (Genting), gerakan ayah teladan (Gate), aplikasi super berbasis akal imitasi (AI) yang melayani konsultasi keluarga, serta lanjut usia (lansia) berdaya yang menyediakan layanan berbasis komunitas untuk para lansia yang tidak mendapatkan perawatan oleh anaknya.
Lebih lanjut Mohammad Saleh yang juga bendahara DPD Partai Golkar Jateng menyatakan program Daycare yang bisa dikelola oleh pemerintah, perusahaan, dan masyarakat ini punya potensi besar di Jawa Tengah.
Karena, saat ini Tamasya ada sekitar 628 tempat penitipan anak (TPA). Rinciannya 551 TPA data dari Kemendikdasmen, 10 TPA data dari Kemensos, dan 67 TPA dari perusahaan.
“Penumbuhan Daycare ini bisa menjawab tantangan bonus demografi, salah satunya angka produktivitas yang tinggi. Karena, ketika ada penitipan anak, orang tua bisa bekerja tanpa khawatir dan kecemasan. Itu lantaran di Daycare ini ada pola asah, asuh, dan asih,’ terang Mohammad Saleh.

Leave a Reply