
Menteri Iklim dan Lingkungan Hidup Norwegia, Andreas Bjellan Eriksen Kunjungi DIY untuk Tingkatkan Kerjasama Pelestarian Lingkungan
JoSS, JOGJA – Menteri Iklim dan Lingkungan Hidup Norwegia, Andreas Bjellan Eriksen, melakukan kunjungan kehormatan ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Rabu (19/02). Kunjungan ini bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral antara Norwegia dan Indonesia, khususnya di bidang pelestarian lingkungan.
Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, yang mewakili Gubernur DIY, menyampaikan sambutan hangat dalam acara tersebut. “Semoga kebersamaan malam ini, membawa kita lebih dekat dalam kolaborasi, untuk meningkatkan kerjasama pelestarian lingkungan, antara Indonesia-khususnya Yogyakarta dan Norwegia,” ujar Paku Alam X.
Nilai Luhur Budaya Yogyakarta dalam Pelestarian Lingkungan
Dalam kesempatan tersebut, Sri Paduka juga menjelaskan mengenai nilai-nilai luhur budaya Yogyakarta yang sangat mengedepankan harmoni dengan alam. Ia mengutip falsafah Jawa, “Memasuh Malaning Bumi”, yang artinya adalah upaya untuk mencegah malapetaka dengan cara menjaga dan melestarikan bumi serta alam semesta. Falsafah ini diperkenalkan oleh Sultan Agung pada masa pemerintahan Kasultanan Mataram di abad ke-17.
Selain itu, Sri Paduka menjelaskan upaya pelestarian lingkungan di Yogyakarta yang dilandasi oleh falsafah “Larasing Tripitâ Ciptâ Karânâ”, yang mengajarkan tentang keselarasan hubungan antara manusia dengan sesama, manusia dengan lingkungan, dan manusia dengan Tuhan. Falsafah ini menjadi dasar bagi berbagai program dan kegiatan pelestarian lingkungan di DIY.
Kunjungan Menteri Iklim Norwegia Dukung MoU Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca
Rombongan Menteri Iklim dan Lingkungan Hidup Norwegia, yang didampingi oleh Duta Besar Norwegia untuk Indonesia, Rut Kruger Giverin, bersama Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni, disambut dengan hangat oleh Sri Paduka di Bale Raos dalam acara jamuan makan malam. Selama dua hari, dari 19 hingga 20 Februari, mereka melakukan kunjungan lapangan ke Yogyakarta untuk meninjau implementasi kerja sama bilateral, khususnya dalam kerangka MoU on Partnership in Support of Indonesia’s Efforts to Reduce Greenhouse Gas Emissions from Forestry and Other Land Use. MoU ini menekankan pengurangan emisi gas rumah kaca yang berasal dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya, yang telah ditandatangani antara Pemerintah Indonesia dan Norwegia.
Sri Paduka, didampingi oleh Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup DIY, Kusno Wibowo, dan Kepala Biro Umum dan Protokol Setda DIY, Teguh Suhada, menunjukkan komitmen Pemerintah DIY dalam menjalin kerja sama dengan Kerajaan Norwegia di bidang lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Penyerahan Manfaat Layanan Dana untuk Masyarakat
Selain jamuan makan malam, acara tersebut juga dilanjutkan dengan penyerahan manfaat layanan dana untuk masyarakat, yang diberikan kepada Hutan Kemasyarakatan Sedyo Rukun atas kontribusinya dalam menjaga kelestarian lingkungan. Kelompok tani Sedyo Rukun, yang berlokasi di Kecamatan Playen, Gunungkidul, DIY, mengelola Hutan Kemasyarakatan (HKm) dengan sistem agroforestry. Di dalamnya terdapat tegakan kayu jati, tanaman palawija, dan pakan ternak dalam satu kawasan yang terintegrasi.
Ketua Paguyuban Kelompok Tani Sedyo Rukun, Sudarmi, menyampaikan bahwa sejak tahun 2003, kelompok tani mereka telah menanam kayu jati, dan pada 2019, mereka mulai melakukan penebangan kayu jati yang telah ditanam. Mereka menjadi salah satu kelompok tani HKm yang berhasil memanfaatkan hasil kayu sebagai hasil dari pengelolaan kawasan yang berkelanjutan.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS

Leave a Reply