[widget id="text-5"]

Membanggakan, 18 Alumni SMKN Jateng Direkrut Perusahaan Jepang

Upacara Keberangkatan Bekerja di Jepang SMK Negeri Jawa Tengah di Semarang, Kamis (27/2/2025). (Foto: Dok. Pemprov Jateng)

JOSS.CO.ID, Semarang – Sebanyak 18 alumni Program Kelas Jepang SMK Negeri Jawa Tengah (Jateng) di Semarang direkrut oleh perusahaan Jepang. Mereka akan berangkat pada bulan Maret hingga April 2025.

18 lulusan SMKN N Jateng tersebut berasal dari keluarga miskin. Mereka akan bekerja di perusahaan Uno Co Ltd, sambil berkuliah di Takayama College of Car untuk mengentaskan diri dari jurang kemiskinan.

Irfan Yoga Putra, alumnus SMK Negeri Jateng di Semarang, Jurusan Teknik Elektronika Industri, mengaku sangat senang. Bahkan dia mengaku tidak sabar untuk segera terbang ke Negeri Sakura.

Pemuda asal Kabupaten Purworejo ini sudah tidak memiliki kedua orang tua. Dia hanya tinggal bersama neneknya yang bekerja sebagai pelayan warung soto.

Sehingga dia sangat bersyukur dapat bersekolah dan tinggal di asrama SMK Negeri Jateng dengan gratis. Juga pembelajaran bahasa Jepang di LPK Kebun Teknologi, yang diperoleh dengan cuma-cuma.

Lebih lanjut, Irfan menyebut, gaji pertamanya setelah bekerja di Jepang nanti akan digunakan untuk membahagiakan nenek dan adik-adiknya di Purworejo.

“Kalau dapat gaji pertama, ingin bisa dapat visa Engineering di Jepang. Setelahnya, menyisihkan uang untuk mengumrohkan nenek dan memperbaiki rumah di kampung,” katanya setelah pelepasan di Gedung AVA SMK Negeri Jateng Kampus Semarang, Kamis (27/2/2025).

Hal serupa diungkapkan Nur Khasanah, alumnus SMKN Jateng di Semarang, jurusan Bisnis Konstruksi dan Properti. Dia berniat menggunakan gaji pertamanya untuk memperbaiki rumah.

“Semoga dengan saya ke Jepang, dapat membantu perekonomian keluarga. Gaji pertama untuk membantu renovasi rumah orang tua saya,” tutur Nur.

Kepala SMK Negeri Jawa Tengah Kampus Semarang, Hardo Sujatmiko mengatakan bahwa program Kelas Jepang diinisiasi sejak 2022/2023. Program itu diikuti oleh siswa yang mempunyai minat bekerja di Jepang.

Pada semester enam, mereka mulai dilatih berbahasa Jepang. Pelatihan lalu dilanjutkan secara boarding di LPK Kebun Teknologi, Surakarta. Setelah dinyatakan lolos sesuai spesifikasi kerja, mereka kemudian menjalani wawancara dengan pihak universitas dan perusahaan.

“Ada 18 (orang) yang berangkat, terdiri dari batch 1 sebanyak 14 (orang) dan batch 2 sebanyak empat orang alumni. Kalau untuk pembiayaan (belajar bahasa Jepang), pertama ada dari Bank Jateng, dan kedua bantuan dari pemerintah pusat melalui SMK PK (Pusat Keunggulan),” ungkap dia.

Hardo berharap, program perdana ini akan berhasil dan memberikan motivasi siswa-siswi lain untuk dapat memperbaiki hidup lewat pendidikan.

“Harapannya, ketika mereka kerja di Jepang, bukan hanya untuk mereka sendiri. Tapi mereka bisa mengubah perekonomian keluarga,” imbuh harno Sujatmiko.

Chief Executive Officer (CEO) Uno Co Ltd Japan, Uno Hisaya mengatakan, rekrutmen tenaga kerja dari SMK Negeri Jateng baru kali pertama dilakukan. Di masa depan, jumlah serapan dari Indonesia akan ditingkatkan.

“Ini merupakan yang pertama, berawal dari Takayama College of Car yang ingin mendatangkan pelajar dari Indonesia. Ini kesempatan bisnis yang bagus, karena di Prefektur Gifu memang kekurangan pekerja,” katanya.

Maka secara bertahap kita rekrut 16 (orang), kemudian berkembang 35 (orang) sampai 50 (orang) di masa depan,” tuturnya.

Uno berharap, pekerja yang direkrut dari SMK Negeri Jawa Tengah, segera menyesuaikan diri dengan kehidupan di Jepang. Dengan begitu, mereka akan mampu bekerja dengan baik di Negeri Matahari Terbit.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


[widget id="text-3"]