Kontroversi Poster Film La Tahzan, Dituding Lecehkan Islam

Kontroversi Poster Film La Tahzan, Dituding Lecehkan Islam

Kontroversi Poster Film La Tahzan, Dituding Lecehkan Islam

MD Pictures baru-baru ini merilis poster untuk film terbaru garapan mereka yang berjudul La Tahzan. Film yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo ini dijadwalkan tayang pada 28 Mei 2025. Namun, kemunculan poster tersebut justru menimbulkan kontroversi di kalangan publik, terutama di media sosial.

Gus Hilmi, seorang pendakwah dan pegiat media sosial, menyayangkan penggunaan judul La Tahzan yang diambil dari salah satu surat dalam Alquran, yang menurutnya tidak sesuai dengan tema film yang mengangkat perselingkuhan. Dalam unggahannya, Gus Hilmi menulis, “Kata Laa Tahzan ada dalam Al-Qur’an QS. At Taubah ayat 40. Sangat tidak pantas dipakai untuk judul film dengan poster berilustrasikan perselingkuhan. Mohon pihak-pihak yang punya otoritas untuk mengingatkan hal ini,” tulisnya pada Kamis (22/2/2025).

Ilustrasi Poster Dinilai Tidak Sesuai

Pada poster film La Tahzan, terlihat ilustrasi sepasang kaki perempuan yang tampak menyentuh kaki seorang pria, yang menurut informasi adalah seorang suami yang terlibat dalam perselingkuhan. Banyak warganet yang merasa bahwa gambar ini dapat dianggap sebagai pelecehan terhadap Islam, mengingat kata La Tahzan dalam Alquran bermakna “Jangan bersedih” dan dianggap memiliki makna spiritual yang dalam.

Kontroversi ini memantik berbagai reaksi dari para pengguna media sosial. Sebagian besar warganet mengkritik keras penggunaan judul dan ilustrasi poster film ini. Salah seorang pengguna, @zola***, berkomentar, “Hanung Bramantyo itu memang orang liberal, dia selalu membuat kontroversi di setiap film yang dibuat dengan melecehkan syariat Islam. Ini trik sengaja agar film itu jadi perhatian, dan orang penasaran untuk menonton. umat Islam harus boycot film produk dia.”

Pendapat Berbeda Mengenai Makna ‘La Tahzan’

Namun, tidak sedikit juga warganet yang memberikan pendapat berbeda mengenai hal ini. Mereka menilai bahwa kata La Tahzan dalam bahasa Arab tidak selalu merujuk pada ayat dalam Alquran. Salah satu komentar yang muncul mengatakan, “Kata Laa Tahzan itu bhs. Arab yang artinya jangan lah kamu bersedih, banyak digunakan dalam buku bahasa Arab kalau ‘laa tahzan innallaaha ma’ana’ ini baru potongan ayat Alquran. Maaf tidak bermaksud menggurui. Banyak kata-kata dlm Alquran yg digunakan sehari-hari, contoh idzhabuu, irji’ii,” ujar akun @Adia***.

Komentar senada juga datang dari @toda***, yang menulis, “Lah. Laa Tahzan itu artinya jangan bersedih. Bukan hanya ada dalam Alquran dan itu juga dipakai dalam bahasa sehari-hari. Jadi, enggak semua yang berbahasa Arab itu ada kaitannya dengan Alquran dan Sunnah. jangan menggiring opini bahwa judul film ini mengatasnamakan Alquran.”

Film La Tahzan: Kisah Perselingkuhan dalam Rumah Tangga

Film La Tahzan diangkat dari kisah nyata seorang pemilik akun TikTok bernama @elizasifaa, yang berbagi cerita tentang godaan dan cobaan dalam kehidupan rumah tangga, terutama terkait dengan kasus perselingkuhan. Film ini mengisahkan bagaimana sebuah rumah tangga bisa diuji dengan hadirnya godaan yang datang dari luar, dan bagaimana para karakter utama berusaha menghadapinya.

Di sisi lain, film ini dibintangi oleh Deva Mahenra, Marshanda, dan Ariel Tatum, yang diperkirakan akan memberikan warna tersendiri dalam kisah yang cukup emosional dan penuh konflik ini.

Sampai saat ini, kontroversi mengenai poster La Tahzan masih menjadi perbincangan hangat di media sosial. Banyak yang berharap agar pihak terkait memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai makna judul dan ilustrasi poster, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di kalangan publik.

 

Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS

Kontroversi Poster Film La Tahzan, Dituding Lecehkan Islam

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*