611 Kecelakaan Terjadi di Jateng Selama 2 Pekan Operasi Keselamatan Candi

Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol Sonny Irawan.

JosS, Semarang – Operasi Keselamatan Candi 2025 yang digelar oleh jajaran Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Tengah terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya disiplin berlalu lintas.

Selama 14 hari pelaksanaan, dari 10 hingga 23 Februari 2025, jumlah pelanggaran lalu lintas mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Kombes Pol Sonny Irawan, Direktur Lalu Lintas Polda Jateng, menyampaikan dalam keterangannya pada Senin (24/2/2025) bahwa total pelanggaran tercatat sebanyak 59.776 kasus, turun 11 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Dari jumlah tersebut, 1.036 pelanggar dikenai tilang melalui ETLE statis, 2.128 pelanggar ditindak lewat ETLE mobile, sementara 45.183 pelanggar hanya diberi teguran.

Menariknya, jumlah teguran meningkat 30% dari tahun lalu, menandakan bahwa pendekatan edukatif dan persuasif tetap menjadi prioritas dalam penegakan hukum lalu lintas.

Hal ini menunjukkan bahwa Operasi Keselamatan Candi tidak hanya bertindak represif, tetapi juga berfokus pada pembudayaan disiplin berlalu lintas yang lebih baik di Jawa Tengah.

“Operasi ini mengedepankan edukasi, pencegahan, dan pendekatan persuasif yang humanis untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat. Penindakan hukum dilakukan sebagai langkah terakhir, melalui mekanisme ETLE dan teguran kepada pelanggar,” ungkapnya.

Dalam Operasi Keselamatan Candi 2025, mayoritas pelanggaran masih didominasi oleh pengendara sepeda motor, dengan pelanggaran terbanyak adalah tidak menggunakan helm SNI, mencapai 8.500 kasus, disusul penggunaan knalpot tidak standar sebanyak 5.585 kasus, serta aksi melawan arus yang tercatat sebanyak 1.264 kasus.

Untuk kendaraan roda empat, pelanggaran terbanyak adalah tidak menggunakan sabuk pengaman dengan 997 kasus, diikuti pelanggaran melawan arus sebanyak 209 kasus, dan pelanggaran Over Dimensi dan Over Loading (ODOL) sebanyak 280 kasus.

Selama dua pekan pelaksanaan operasi, Posko Satgas OKC 2025 mencatatkan 611 kecelakaan. Dari kecelakaan tersebut, 27 orang meninggal dunia, 21 orang mengalami luka berat, dan 738 orang mengalami luka ringan. Kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp734 juta.

“Bagi pelanggar yang berpotensi menyebabkan kecelakaan fatal, petugas langsung menindak tegas dengan penilangan dan penyitaan kendaraan sebagai barang bukti. Pelanggar yang hanya mendapatkan teguran wajib melengkapi perlengkapan berkendara dan surat-surat kendaraan sebelum melanjutkan perjalanan,” jelasnya.

Sebagai bagian dari upaya pencegahan, Ditlantas Polda Jateng juga aktif melakukan sosialisasi dan penyuluhan lewat program seperti coaching clinic dan safety riding yang diadakan di sekolah, pesantren, serta berbagai instansi.

Selain itu, Satgas OKC juga melakukan ramp check kendaraan di terminal dan memberikan penyuluhan kepada pengemudi transportasi umum dan online. Spanduk dan brosur keselamatan juga dibagikan di berbagai titik strategis.

Menanggapi hasil Operasi Keselamatan Candi 2025, Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, mengapresiasi hasil yang dicapai, yang tidak hanya meningkatkan kesadaran berlalu lintas tetapi juga menciptakan kondisi kamtibmas yang kondusif menjelang Ramadhan dan Idulfitri 1446 H.

“Kami mengajak masyarakat untuk terus mematuhi aturan lalu lintas, menggunakan perlengkapan berkendara sesuai standar, dan mengutamakan keselamatan. Operasi ini bukan hanya untuk menegakkan hukum, tetapi juga untuk menciptakan arus mudik dan balik yang aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat pada Lebaran nanti,” pungkasnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*