Kasus PMK di DIY Menurun, Vaksinasi Terus Digencarkan untuk Cegah Penyebaran Lebih Luas

PMK Virus
Gambaran struktur virus penyakit mulut dan kuku (serotipe O) yang dideposit oleh Kotecha et al. (2017) di Protein Data Bank. rcsb.org

Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di DIY Menurun, Vaksinasi Terus Digencarkan untuk Cegah Penyebaran Lebih Luas

JoSS, JOGJA – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY mengungkapkan bahwa kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak di wilayahnya menunjukkan tren penurunan yang signifikan. Penurunan ini seiring dengan intensifnya pelaksanaan vaksinasi untuk mencegah penyebaran lebih luas. Berdasarkan data per 28 Januari 2025, total kasus PMK yang terdeteksi di DIY mencapai 2.743 kasus, dengan rincian 412 ekor ternak sembuh, 231 ekor mati, 81 ekor dipotong bersyarat, dan 2.019 ekor masih dalam kondisi aktif.

Vaksinasi sebagai Upaya Utama dalam Pengendalian PMK

Kepala DPKP DIY, Syam Arjayanti, menjelaskan bahwa vaksinasi merupakan langkah utama yang dilakukan untuk mencegah penyebaran PMK di kalangan ternak yang rentan. Hingga saat ini, sebanyak 5.516 ekor ternak telah mendapatkan vaksin PMK dan tercatat dalam aplikasi Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional (iSIKHNAS).

“Ternak yang telah divaksin meliputi sapi, kambing, domba, dan kerbau,” ungkapnya

Meski demikian, Syam menambahkan bahwa ada perbedaan jumlah data vaksinasi antara pencatatan digital dan manual. Berdasarkan data manual, jumlah ternak yang telah divaksin tercatat sebanyak 8.090 ekor. Perbedaan ini disebabkan oleh proses pendataan lapangan yang belum sepenuhnya tercatat dalam sistem digital.

Sosialisasi kepada Peternak untuk Laporan Cepat

Penyebaran virus PMK yang cepat menjadi tantangan utama dalam penanganan wabah ini. Syam menegaskan pentingnya kesadaran peternak untuk segera melaporkan gejala-gejala PMK, seperti lepuh di mulut dan kuku, demam, serta kesulitan makan pada ternak mereka. Dengan laporan yang cepat, pihak DPKP DIY dapat segera memberikan penanganan dan mencegah penyebaran lebih lanjut.

“Kami mengimbau peternak untuk segera melaporkan jika ada ternak yang menunjukkan gejala PMK, seperti lepuh di mulut dan kuku, demam, serta kesulitan makan. Dengan laporan cepat, kami bisa segera memberikan penanganan dan mencegah penyebaran lebih luas,” ujar Syam, Kamis (30/1/2025).

Langkah Pencegahan Lainnya

Selain vaksinasi, DPKP DIY juga telah menerapkan berbagai langkah pencegahan lainnya, seperti penguatan biosekuriti di kandang ternak, penyemprotan disinfektan secara berkala, serta pembatasan lalu lintas ternak dari daerah yang terdampak. DPKP DIY juga terus memantau perkembangan kasus PMK di lapangan dan berupaya untuk memperkuat upaya pencegahan agar wabah ini tidak semakin meluas.

Syam menambahkan, peternak juga diimbau untuk tetap mematuhi protokol kesehatan hewan dan tidak membeli atau memindahkan ternak tanpa pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu.

Harapan Terhadap Penanganan PMK di DIY

Dengan upaya bersama antara pemerintah dan peternak, diharapkan kasus PMK di DIY dapat segera terkendali dan tidak berdampak lebih luas terhadap sektor peternakan dan perekonomian daerah. DPKP DIY berkomitmen untuk terus mengoptimalkan program vaksinasi dan pencegahan agar wabah ini tidak semakin meluas.

“Dengan upaya bersama antara pemerintah dan peternak, diharapkan kasus PMK di DIY bisa segera terkendali dan tidak berdampak lebih luas terhadap sektor peternakan dan ekonomi daerah,” katanya.

 

Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS

Kasus PMK di DIY Menurun, Vaksinasi Terus Digencarkan untuk Cegah Penyebaran Lebih Luas

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*