
JoSS, JOGJA – Dua pelajar SMPN 7 Mojokerto, masing-masing berinisial AR dan MZ, yang menjadi korban kecelakaan laut yang terseret ombak di Pantai Drini, Gunungkidul, Yogyakarta, masih menjalani perawatan intensif di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Kecelakaan laut yang terjadi pada Selasa (28/1/2025) lalu ini menyebabkan sejumlah pelajar terseret ombak saat mereka sedang bermain di pantai.
Menurut Manajer Hukum dan Humas RSUP Dr. Sardjito, Banu Hermawan, kedua korban yang dirawat di Pediatric Intensive Care Unit (PICU) tersebut mendapat penanganan medis sejak mereka tiba di rumah sakit setelah insiden itu.
“Saat ini, ada dua pasien akibat insiden laka laut di Pantai Drini yang dirawat di PICU RSUP Dr. Sardjito. Dari dua pasien tersebut, satu anak, AR, direncanakan pulang karena kondisinya sudah membaik. Sedangkan satu anak lainnya, MZ, masih terintubasi dan menggunakan alat bantu napas,” jelas Banu, Kamis (30/1/2025).
Meskipun MZ masih dalam kondisi kritis dan memerlukan perawatan lanjutan, pihak rumah sakit berharap pemulihan kedua pelajar ini dapat berjalan dengan baik. “Semoga keduanya segera membaik dan pulih kembali,” tambah Banu.
Kecelakaan tersebut bermula ketika belasan murid SMPN 7 Mojokerto berwisata ke Pantai Drini. Peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 06.30 WIB, ketika para pelajar bermain di pantai, tepatnya di jalur kapal yang dikenal dengan adanya arus balik lau atau rip current. Beberapa pelajar terjebak dalam arus tersebut dan terseret ombak.
Tiga Pelajar Meninggal Dunia
Insiden ini menyebabkan empat pelajar meninggal dunia. Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 di Pantai Baron, Marjono, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut bermula dari agenda wisata yang diselenggarakan oleh salah satu SMP di Mojokerto. Setibanya di Pantai Drini, para pelajar mulai bermain air di sekitar pantai, namun tidak menyadari adanya bahaya arus laut yang sangat kuat di area tersebut.
Akibat arus balik laut yang terjadi, belasan siswa terseret ombak. Tim SAR segera melakukan evakuasi, namun sayangnya beberapa pelajar tidak dapat diselamatkan.
Kejadian ini menjadi peringatan bagi pengunjung pantai, terutama bagi mereka yang membawa anak-anak atau pelajar, untuk selalu berhati-hati terhadap kondisi cuaca dan arus laut yang bisa berbahaya.
Pihak rumah sakit dan tim SAR terus berkoordinasi untuk memberikan bantuan terbaik bagi para korban yang masih dirawat. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk lebih waspada dan mematuhi peringatan keselamatan saat beraktivitas di pantai.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS

Leave a Reply