
Balai Pendidikan Menengah Bantul Tambah Tiga SMK dengan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di 2025
Untuk Meningkatkan Kompetensi Siswa Melalui Pengelolaan Keuangan yang Lebih Fleksibel
JoSS, BANTUL – Balai Pendidikan Menengah (Dikmen) Bantul mengumumkan rencana untuk menambah tiga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang akan memiliki Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) pada tahun 2025. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan serta kompetensi siswa melalui pengelolaan keuangan yang lebih fleksibel dan mendukung kegiatan pendidikan berbasis industri.
Kepala Balai Dikmen Bantul, Ismunardi, menjelaskan bahwa saat ini hanya SMKN 1 Sewon yang telah memiliki status BLUD. Pada tahun 2025, pihaknya menargetkan agar SMKN 1 Pandak, SMKN 1 Pundong, dan SMKN 2 Kasihan juga dapat memperoleh status BLUD.
“[Tambahan tiga sekolah BLUD] baru mulai berjalan tahun ini, harapan kami, mereka [Tiga sekolah BLUD tahun 2025] bisa mencapai target yang telah disiapkan sekolah tersebut,” ujar Ismunardi dalam pernyataan yang disampaikan pada Selasa, 7 Januari 2025.
Keuntungan BLUD bagi SMK
Sekolah dengan status BLUD memiliki keleluasaan lebih besar dalam mengelola keuangan mereka. Hal ini memungkinkan sekolah untuk menerapkan sistem teaching factory (TEFA), di mana siswa dapat belajar secara langsung melalui pengalaman industri nyata. Selain itu, BLUD memberi kesempatan bagi sekolah untuk mengembangkan produk dan jasa yang dapat dijual untuk mendukung pemasukan sekolah.
Meskipun ada potensi untuk menghasilkan keuntungan, Ismunardi menegaskan bahwa fokus utama dari BLUD adalah untuk meningkatkan kompetensi siswa. “Harapannya [BLUD] muaranya pada pengoptimalan pembelajaran, bukan profitnya,” jelasnya.
Setiap SMK dengan BLUD akan memiliki target pemasukan tahunan yang dihasilkan dari produk atau layanan yang dikelola oleh sekolah. Dengan adanya BLUD, sekolah dapat memiliki kewenangan untuk mengelola keuangan dan menyediakan berbagai layanan yang bermanfaat bagi siswa.
Meningkatkan Kualitas Pendidikan di Seluruh SMK Bantul
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY juga menargetkan agar seluruh SMK di Bantul dapat memiliki status BLUD. Untuk mencapai hal tersebut, pihaknya terus memberikan pendampingan kepada SMK yang ada di Bantul agar dapat memenuhi persyaratan dan mendapatkan status BLUD. “Dengan adanya BLUD, sekolah memiliki kewenangan untuk pengelolaan keuangannya, sehingga bisa mempermudah sekolah untuk memberikan layanan ke siswa,” tambah Ismunardi.
Keberhasilan SMKN 1 Sewon dalam Mengelola BLUD
SMKN 1 Sewon, yang telah lebih dulu menerapkan BLUD, menunjukkan hasil yang menggembirakan. Ketua BLUD SMKN 1 Sewon, Marniah, mengungkapkan bahwa pada tahun 2024 sekolah ini berhasil meraih pendapatan sebesar Rp643 juta, melebihi target yang ditetapkan sebesar Rp564 juta. Pendapatan tersebut diperoleh dari beberapa layanan yang dikelola oleh sekolah, seperti kuliner, tata busana, kecantikan, dan penginapan.
Dari total pendapatan tersebut, sekitar 30% berasal dari jasa kuliner, 30% lagi dari jasa tata busana, dan sisanya dari layanan kecantikan dan penginapan. “Tahun 2025 targetnya Rp590 juta,,” ungkap Marniah.
Optimisme untuk Mencapai Target 2025
Dengan capaian tersebut, Marniah optimis bahwa target pendapatan untuk tahun 2025 dapat tercapai. Kepala SMKN 1 Sewon, Sri Hartati, menambahkan bahwa kesuksesan ini juga berkat pengelolaan BLUD yang melibatkan siswa dalam setiap proses produksi dan pemasaran.
Melalui BLUD siswa dapat langsung terlibat dalam kegiatan yang berhubungan dengan dunia kerja. “Kami bisa menawarkan produk unggulan kita, dengan adanya BLUD,” ujar Sri Hartati.
Produk unggulan dari SMKN 1 Sewon, Banana Pia, kini telah bekerjasama dengan dua hotel di DIY dan memiliki dua outlet. Selain itu, sekolah ini juga telah menjalin kerjasama dengan sebuah restoran asal Jepang yang membuka cabang di Bantul.
“BLUD bisa jadi wahana untuk teaching factory bagi anak-anak, mereka bisa belajar cara pemasaran, dan pembuatan produknya,” tambah Sri Hartati.

Leave a Reply