
JoSS, BANTUL – Polres Bantul mencatat, sebanyak 13 orang kehilangan nyawa akibat kecelakaan air di wilayah Kabupaten Bantul sejak Januari hingga pertengahan Desember 2024. Data ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati, terutama di musim penghujan.
Kapolres Bantul, AKBP Michael R. Risakotta, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di area sungai, mengingat potensi bahaya yang meningkat selama musim penghujan.
“Saat ini sudah musim penghujan dan debit air mungkin cenderung mengalami kenaikan, sehingga aliran sungai menjadi deras dan berpotensi menjadi rawan atau berbahaya,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (14/12/2024).
Ia juga menekankan pentingnya persiapan sebelum melakukan aktivitas di sungai atau area sekitarnya. “Paling tidak, masyarakat bisa mengetahui dulu, melihat medan yang akan dipergunakan untuk kegiatan, sehingga betul-betul aman dan tidak terjadi persoalan atau bahaya,” tambah Michael.
Kejadian kecelakaan air yang terus terjadi ini diharapkan menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan. Menurut Michael, langkah-langkah pencegahan harus dilakukan guna menghindari terulangnya insiden serupa.
Baru-baru ini, insiden tragis kembali terjadi. Seorang pria ditemukan tewas tenggelam di aliran Kali Code, tepatnya di Padukuhan Jotawang RT 02, Bangunharjo, Sewon, Bantul, pada Kamis (12/12/2024).
Korban, yang diidentifikasi sebagai Prima Edi Riyanto Situmorang (35), warga Kalurahan Sinduadi, Mlati, Sleman, ditemukan telah meninggal dunia beberapa jam sebelum penemuan. Menurut Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana, penemuan ini bermula dari laporan seorang warga bernama Tugiyanto (36).
“Saksi melihat ada seperti boneka yang mengapung dengan posisi tertelungkup tersangkut di pintu air Kali Code,” jelas Jeffry.
Tim kepolisian bersama tim medis dan SAR segera mengevakuasi korban dan membawanya ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda DIY untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan luka-luka pada tubuh korban yang diduga berasal dari benturan saat berada di sungai.
Kapolres Bantul menegaskan kembali pentingnya kewaspadaan masyarakat dalam beraktivitas di dekat aliran sungai, terutama di tengah curah hujan yang tinggi. Dengan demikian, diharapkan angka kecelakaan air dapat ditekan demi keselamatan bersama.
Kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih peka terhadap potensi bahaya di sekitar perairan, terutama di musim penghujan. Setiap individu diharapkan mengambil langkah-langkah pencegahan, seperti menggunakan alat keselamatan atau menghindari area berbahaya, demi meminimalkan risiko kecelakaan.
“Keselamatan harus tetap diutamakan dan langkah pencegahan harus diambil untuk menghindari kecelakaan serupa terjadi lagi,” jelas Michael.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Polres Bantul: 13 Korban Meninggal Akibat Kecelakaan Air Sepanjang 2024, Masyarakat Diimbau Waspada

Leave a Reply