Pesawat Jeju Air Jatuh dan Terbakar di Muan, Korea Selatan: 179 Meninggal dalam Kecelakaan

Pesawat Jeju Air Jatuh dan Terbakar di Muan, Korea Selatan
Pesawat Jeju Air Jatuh dan Terbakar di Muan, Korea Selatan (Tangkapan Layar Video)

Pesawat Jeju Air Jatuh dan Terbakar di Muan, Korea Selatan: 179 Meninggal dalam Kecelakaan

JoSS, SEOUL – Sebuah kecelakaan pesawat terjadi di Korea Selatan pada hari Minggu, saat sebuah pesawat penumpang tergelincir dari landasan pacu, menabrak pagar beton, dan terbakar setelah diduga gagal mengeluarkan roda pendaratan depan. Insiden ini menewaskan 179 orang, menjadikannya salah satu kecelakaan udara terburuk dalam sejarah negara tersebut.

Pesawat Jeju Air, jenis Boeing 737-800 yang sudah berusia 15 tahun, jatuh saat mendarat di kota Muan, sekitar 290 kilometer di selatan Seoul. Pesawat tersebut baru saja tiba dari Bangkok dan kecelakaan terjadi pada pukul 9:03 pagi waktu setempat. Kementerian Transportasi Korea Selatan menyebutkan bahwa total korban tewas mencapai 179 orang, terdiri dari 85 wanita, 84 pria, dan 10 orang lainnya yang identitasnya belum dapat dipastikan. Hanya dua orang yang selamat, keduanya adalah anggota kru pesawat. Keduanya berhasil dievakuasi oleh petugas penyelamat dan saat ini dalam kondisi sadar serta tidak dalam keadaan mengancam nyawa.

Menurut laporan dari Badan Pemadam Kebakaran Korea Selatan, dari 177 jenazah yang ditemukan sejauh ini, 88 di antaranya sudah berhasil diidentifikasi. Mayoritas penumpang pesawat adalah warga negara Korea Selatan, sementara dua orang lainnya adalah warga negara Thailand.

Salah satu korban selamat yang dirawat di Rumah Sakit Universitas Ewha Womans Seoul, mengatakan kepada dokter bahwa ia terbangun dan mendapati dirinya telah diselamatkan. Pria tersebut mengalami patah tulang pada rusuk, tulang belikat, dan tulang belakang bagian atas. Meskipun mengalami cedera serius, ia tidak dalam kondisi kritis.

Rekaman video dari kecelakaan tersebut yang disiarkan oleh saluran televisi Korea Selatan menunjukkan pesawat tergelincir dengan kecepatan tinggi di landasan pacu, dengan roda pendaratan yang tampaknya masih tertutup, melintasi landasan dan menabrak dinding beton di ujung bandara, yang kemudian menyebabkan ledakan besar. Asap hitam tebal terlihat membubung dari pesawat yang terbakar habis.

Lee Jeong-hyeon, kepala Stasiun Pemadam Kebakaran Muan, dalam konferensi pers televisi mengungkapkan bahwa pesawat tersebut hancur total, hanya bagian ekor pesawat yang masih bisa dikenali dari puing-puingnya. Pihak berwenang sedang menyelidiki penyebab kecelakaan ini, termasuk kemungkinan serangan burung. Kementerian Transportasi kemudian mengonfirmasi bahwa ada peringatan tentang kemungkinan serangan burung yang diberikan kepada pesawat tersebut sebelum mendarat, dan pilot diberikan izin untuk mendarat di area yang berbeda.

Rekaman data penerbangan dan kotak hitam pesawat telah ditemukan, namun pejabat kementerian mengatakan proses penyelidikan mungkin memakan waktu berbulan-bulan untuk menyelesaikan analisis penyebab kecelakaan ini. Bandara Muan akan ditutup hingga 1 Januari 2024 untuk keperluan penyelidikan.

Perdana Menteri Thailand, Paetongtarn Shinawatra, menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban melalui unggahan di platform media sosial X. Paetongtarn menginstruksikan Kementerian Luar Negeri untuk segera memberikan bantuan kepada keluarga korban. Salah satu ayah korban, Boonchuay Duangmanee, mengungkapkan kesedihannya karena tidak menyangka anak perempuannya, Jongluk, yang bekerja di Korea Selatan, berada di pesawat tersebut. Jongluk baru saja kembali ke Thailand untuk mengunjungi keluarganya.

Pihak Jeju Air juga mengungkapkan permintaan maaf yang mendalam atas kecelakaan ini. Presiden Jeju Air, Kim E-bae, dalam konferensi pers menyampaikan rasa tanggung jawab penuh atas insiden ini dan mengonfirmasi bahwa tidak ditemukan masalah mekanis pada pesawat setelah pemeriksaan rutin.

Boeing, produsen pesawat tersebut, juga mengungkapkan simpati dan siap memberikan dukungan kepada Jeju Air dalam menangani insiden ini. Boeing menyatakan, “Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga yang kehilangan orang yang mereka cintai, dan pikiran kami selalu bersama para penumpang dan kru.”

Kecelakaan ini terjadi di tengah krisis politik besar yang melanda Korea Selatan, yang dipicu oleh pemberlakuan darurat militer oleh Presiden Yoon Suk Yeol, serta pemakzulan Presiden sementara Han Duck-soo pada pekan lalu. Pemerintah Korea Selatan telah menetapkan Muan sebagai zona bencana khusus dan mengumumkan periode berkabung nasional selama seminggu, yang berakhir pada hari Sabtu.

Kecelakaan pesawat ini menjadi salah satu bencana udara paling mematikan dalam sejarah Korea Selatan. Kecelakaan besar terakhir yang terjadi di negara ini adalah pada tahun 1997, ketika pesawat Korean Airline jatuh di Guam, menewaskan 228 orang di dalam pesawat. Selain itu, pada 2013, pesawat Asiana Airlines juga mengalami kecelakaan di San Francisco, yang menewaskan tiga orang dan menyebabkan sekitar 200 orang cedera.

Kecelakaan pada Minggu lalu juga termasuk dalam kategori kecelakaan pendaratan terburuk, yang mengingatkan pada kecelakaan pesawat Airbus A320 yang tergelincir di São Paulo pada tahun 2007, yang menewaskan 187 orang di dalam pesawat dan 12 orang lainnya di darat.

 

 

Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS

Pesawat Jeju Air Jatuh dan Terbakar di Muan, Korea Selatan: 179 Meninggal dalam Kecelakaan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*