Mohammad Saleh: Regenerasi Petani Dukung Pembangunan Pertanian Berkelanjutan Menuju Kedaulatan Pangan

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah Mohammad Saleh saat mendampingi kunjungan kerja Komisi B DPRD Jateng ke Kantor Kementerian Pertanian RI. (Dok. Joss)
Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah Mohammad Saleh (knan) saat mendampingi kunjungan kerja Komisi B DPRD Jateng ke Kantor Kementerian Pertanian RI. (Dok. Joss)

Mohammad Saleh: Regenerasi Petani Dukung Pembangunan Pertanian Berkelanjutan Menuju Kedaulatan Pangan

JoSS, JAKARTA – Sektor pertanian dihadapkan pada masalah menurunnya persentase petani muda dan dominasi petani tua. Jika terus berlanjut, pergeseran ini akan menyebabkan fenomena penuaan petani yang berdampak serius pada masa depan sektor pertanian.
Karena itu, masalah regenerasi petani ini perlu mendapatkan perhatian serius. Mengingat Jawa Tengah merupakan salah satu lumbung padi nasional.

“Bagaimana menarik minat anak muda untuk mau terjun ke pertanian perlu disiasati. Seperti misalnya dengan mengembangkan pertanian modern yang memanfaatkan teknologi,” ujar Wakil Ketua DPRD Jateng, Mohammad Saleh, saat mendampingi Komisi B DPRD Jateng dalam kunjungan kerja ke kantor Kementrian Pertanian RI, Jumat (6/12).

Kunjungan tersebut dalam rangka peningkatan kapasitas terkait mencari data dan informasi tentang regenerasi pertani dalam mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan serta hilirisasi pertanian menuju kedaulatan pangan di Jawa Tengah.

Saleh melihat saat ini rata-rata usia petani lebih dari 45 tahun ke atas dan pendidikan rata-rata sekolah dasar. Dengan pendidikan rendah, sering kali mereka mengalami kesulitan dalam mengadopsi inovasi dan teknologi baru yang penting untuk meningkatkan efisiensi dan produksi.

Berbeda dari petani muda yang bisa bisa berperan tidak hanya dalam pengelolaan lahan, tetapi juga dalam pengembangan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian, pengolahan pasca-panen, serta pemasaran produk pertanian melalui platform digital.

Karena itu, untuk mendorong regenerasi petani yang lebih signifikan, diperlukan kolaborasi lintas sektoral antara pemerintah, akademisi, dan sektor swasta.

“Pemerintah perlu berperan aktif dalam menyediakan akses modal dan teknologi bagi petani muda. Dengan dukungan yang tepat, generasi muda bisa melihat potensi besar di sektor pertanian dan membantu mendorong produktivitas sektor ini di tengah ancaman alih fungsi lahan yang kian meningkat,” kata Saleh.

Alih fungsi lahan ini juga jadi perhatian Mohammad Saleh. Mengingat lahan-lahan pertanian di Jawa Tengah setiap tahun terus berkurang. Hal tersebut tak lepas dari dampak pembangunan yang saat ini dilakukan.

“Contohnya di Demak dan Temanggung, banyak lahan pertanian yang terkena pembangunan jalan tol. Alih fungsi ini harus mendapat perhatian besar dari pemerintah untuk mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan serta hilirisasi pertanian menuju kedaulatan pangan di Jawa Tengah,” tandasnya. (*)

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*