
JoSS, PEMALANG – Santri tidak hanya identik dengan keagamaan, tapi juga punya peran penting dalam menjaga serta melestarikan kesenian dan budaya tradisional. Peran penting santri itu terlihat dalam acara “Santri Jogo Budoyo” di Gedung Tefa Center SMK Al Falah Moga Kabupaten Pemalang.
Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, yang hadir pada acara tersebut memberikan apresiasi tinggi. Karena, dalam acara tersebut ditampilkan beberapa kesenian tradisional dari beberapa sekolah, baik negeri maupun swasta. Selain itu juga hadir beberapa kelompok atau sanggar kesenian rakyat lain asal Pemalang.
“Acara Santri Jogo Budoyo di SMK Al Falah Moga ini sangat bagus. Di situ terlihat anak-anak muda, khususnya siswa-siswi SMK dan SMA, masih mau bergelut dengan kesenian tradisional. Ini bagian penting dalam upaya melestarikan kesenian tradisional,” ujar Mohammad Saleh saat memberi sambutan dalam acara itu.
Dalam acara tersebut memang ditampilkan beberapa kesenian tradisional mulai karawitan hingga terbang jawa. Penampilan dibuka oleh Campursari oleh Sakral SMK Al Falah Moga, kemudian ada penampilan Tari Pemalang Komplang kolaborasi sanggar Tilam Sari dan Sakral.
Selain itu masih ada penampilan pencak silat SH SMK Al Falah Moga, terbang jawa Persela dari gambuhan, kuntulan putri cempaka rembulan dari Bojong, dan karawitan dari Sakral SMK Al Falah Moga.
Tak ketinggalan pula Sakma Aliyah Nurul Hidayah Majalangu, Sekar Muhawa SMK Muhammadiyah Watukumpul, Harpi Watukumpul, serta paguyupan pranatacara dan cucuk lampah Ngisor Tragtag memeriahkan kegiatan tersebut.
“Acara ini memperlihatkan bahwa santri tidak hanya identik dengan keagamaan, tapi juga berperan aktif dalam menjaga budaya serta nilai nilai kesenian kita. Itu bagian juga dari upaya melestarikan budaya dan memberikan kegiatan positif,” kata Mohammad Saleh yang juga Bendahara DPD Partai Golkar Jateng.
Lebih lanjut Saleh mengemukakan, DPRD Jateng akan terus mendukung kegiatan positif tersebut. Dengan harapan pentas kesenian tradisional di kalangan santri bisa dilakukan lebih sering. Hal itu untuk memberi wadah bagi para santri dalam mempraktikkan latihan kesenian tradisional yang selama ini dilakukan.
“Kami akan mengusahakan mereka tampil lebih sering di ajang tersebut. Itu merupakan kebanggaan karena mereka bisa menampilkan kesenian tradisional di publik,” kata Saleh.
“Kami berharap kelompk kesenian siswa, baik karawitan maupun tarian, diperbanyak. Dengan begitu, akan banyak siswa SMA dan SMK tertarik untuk melestarikan kesenian tradisional,” tandasnya. (*)

Leave a Reply