DPRD Jateng Komit Pertahankan 1 Juta Hektare Lahan Pertanian di Jateng

DPRD Jateng Komit Pertahankan 1 Juta Hektare Lahan Pertanian di Jateng

DPRD Jateng Komit Pertahankan 1 Juta Hektare Lahan Pertanian di Jateng

JoSS, SEMARANG – Sektor pertanian masih menjadi salah satu tulang punggung perekonomian Jawa Tengah. Sektor ini tak hanya jadi mata pencaharian, tapi lebih dari itu, yakni merupakan sumber kehidupan yang memengaruhi kesejahteraan orang banyak.

Karena itu, DPRD Jateng komit mendorong sektor pertanian agar berkontribusi lebih besar terhadap produksi pangan. Mengingat potensi yang dimiliki pertanian di Jawa Tengah sangat banyak.

“DPRD Jateng komit melindungi dan mempertahankan sawah di Jateng di angka 1 juta hektar lebih. Bahkan kami sudah membuat Perda tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Jawa Tengah tahun 2024-2044 untuk mewujudkan Jateng sebagai penumpu pangan dan industri nasional,” ujar Wakil Ketua DPRD Jateng Mohammad Saleh, ST, M.En saat menjadi narasumber di acara Forum Group Discussion (FGD) Pengembangan Pertanian Berkelanjutan Sarwo Tulus Menuju Pangan Sehat Mandiri Jawa Tengah, (24/12/2024).

“Itu artinya kami komit alih fungsi lahan pertanian terhadap sekstor lain tidak boleh diubah,” sambung Saleh yang juga Wakil Ketua LPPNU Jawa Tengah.

Acara FGD ini diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Jateng. Selain Mohammad Saleh, narasumber lain adalah KH Ubaidullah Sodaqoh, dan Dr KH Abdul Ghofar Rozin, Prof Ir Suherman MT (ketua LPPM Undip). Acara dihadiri sekitar 150 peserta yang berasal dari pengurus LPPNU PWNU, LPPNU Lokal, dan Mahasiswa.

Lebih lanjut Mohammad Saleh yang juga Bendahara DPD Partai Golkar Jateng menyatakan pengembangan pertanian berkelanjutan di Jateng juga sesuai dengan program pemerintahan Prabowo-Gibran. Hal itu untuk mencapai Indonesia yang berdaulat dengan swasembada pangan. Program-program untuk mewujudkan tujuan tersebut sudah dilakukan dengan menyediakan anggaran yang besar.

“Untuk pengembangan pertanian berkelanjutan dan ketahanan pangan, kami dari DPRD Jateng nanti akan berbicara dengan gubernur Jateng terpilih, yakni Pak Ahmad Luthfi, tentang program-programnya. Itu agar program pemerintah pusat dan provinsi Jateng bisa disinkronkan,” kata Mohammad Saleh.

Dalam kesempatan itu, sebelum FGD dilaksanakan, LPPNU juga melakukan panen raya di pertanian organik Al-Barokah desa Ketapang, kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, yang digarap oleh Kelompok tani Kadang Tani Sarwo Tulus (KTST).

Ini merupakan panen raya edisi tahun ke lima hasil dari budidaya padi dengan pupuk organik. Mengingat Kadang Tani Sarwo Tulus ini merupakan sebuah kelompok tani yang concern-nya pada penggunaan pupuk organik.

“Acara seperti ini sangat baik dan pada tahun 2025 nanti bisa dibuat rutin di tempat berbeda-beda. Dengan demikian, kita akan bisa lebih banyak mengenal potensi pertanian yang dimiliki oleh LPPNI Jateng,” Tandas Mohammad Saleh (*)

 

 

Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*