Viral! PPATK Blokir Rekening Pengusaha Ivan Sugianto Terkait Kasus Intimidasi

Viral video Ivan Sugianto memaksa siswa bersujud di SMA Gloria 2 Surabaya (Tangkapan Layar TikTok)
Viral video Ivan Sugianto memaksa siswa bersujud di SMA Gloria 2 Surabaya (Tangkapan Layar TikTok)

Viral! PPATK Blokir Rekening Pengusaha Ivan Sugianto Terkait Kasus Intimidasi di Surabaya

JoSS — Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir rekening milik pengusaha Ivan Sugianto yang tengah menjadi sorotan publik usai video intimidasi terhadap seorang siswa SMA Kristen (SMAK) Gloria 2, EN, viral di media sosial. Video tersebut memperlihatkan Ivan memaksa EN untuk bersujud dan menggonggong, tindakan yang memicu kecaman dari berbagai pihak.

Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana, mengonfirmasi pemblokiran ini. “Ya (rekening) dia juga kami blokir,” ujarnya saat dihubungi, Kamis (14/11). PPATK juga mengumumkan pemblokiran sejumlah rekening terkait klub malam Valhalla Spectaclub di Surabaya, yang dikaitkan dengan Ivan Sugianto sebagai pemiliknya. “Iya (rekening Valhalla Spectaclub diblokir), belasan (rekening), berkembang terus, proses masih jalan,” tambah Ivan Yustiavandana.

Meski begitu, PPATK belum memberikan penjelasan rinci mengenai kasus yang melibatkan pengusaha asal Surabaya ini. “Ada terkait beberapa kasus. Masih dalam proses analisis,” jelasnya.

Kasus ini bermula dari sebuah insiden di SMAK Gloria 2 Surabaya pada Senin (21/10) sore, ketika siswa pulang sekolah. Menurut Kaslan, salah satu petugas keamanan sekolah, Ivan Sugianto melakukan tindakan intimidasi terhadap EN. Pihak sekolah segera melaporkan kasus ini kepada kepolisian pada Kamis (28/10), dengan nomor laporan LP/B/1103/XI/2024/SPKT POLESTABES SURABAYA/POLDA JAWA TIMUR. Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Ivan Sugianto, yang kini menjadi perhatian publik, telah menyampaikan permintaan maaf dalam sebuah video. Ia mengungkapkan penyesalannya atas tindakan yang telah dilakukan. “Saya Ivan Sugianto sebagai orang tua dari Excel, saya ingin meminta maaf sebesar-besarnya. Dan saya benar-benar menyesal atas perbuatan dan kegaduhan yang telah terjadi,,” ucapnya dalam video yang diterima jurnalis di Surabaya, Kamis (14/11).

Kasus ini menjadi sorotan di seluruh Indonesia, memicu diskusi tentang batasan etika dan hukum dalam hubungan antara orang tua dan institusi pendidikan.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*