
JoSS, BATANG — PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) mengumumkan dua pabrik baru dari tenant, yakni PT KCC Glass Indonesia asal Korea Selatan dan PT Wavin Manufacturing Indonesia dari Belanda, resmi beroperasi, Kamis, 3 Oktober 2024.
Peresmian ini menjadi langkah penting bagi KITB dalam memperkuat ekosistem industri di kawasan tersebut, serta menunjukkan komitmen mereka dalam mendorong investasi berkelanjutan di Indonesia. KCC Glass dan Wavin Manufacturing diharapkan mampu memperkuat sektor manufaktur Indonesia dan meningkatkan ekspor global.
PT KCC Glass Indonesia beroperasi di atas lahan seluas 46 hektar dengan total investasi sebesar Rp 4 triliun, dan rencana pengembangan hingga Rp 8 triliun. Perusahaan ini akan memproduksi kaca berkualitas tinggi untuk kebutuhan domestik (20%) dan pasar global (80%). Pabrik KCC Glass ini diproyeksikan akan menyerap tenaga kerja lokal hingga 450 orang, dan akan berkembang menjadi salah satu pabrik kaca terbesar di dunia dengan penyerapan 2.000 tenaga kerja.
Chung Mong-ik, Chairman KCC Glass, menyatakan bahwa pabrik ini tidak hanya akan membantu menciptakan lapangan kerja lokal, tetapi juga memperkuat hubungan ekonomi antara Indonesia dan Korea Selatan.
“Sedangkan, PT Wavin Manufacturing Indonesia hadir dengan pabrik seluas 20 hektar. Perusahaan ini fokus pada produksi pipa PVC yang ramah lingkungan dan diharapkan dapat menyerap 170 tenaga kerja,” kata Chung saat peresmian.
“Investasi ini akan mendukung pertumbuhan industri kaca serta memperkuat hubungan antara Indonesia dan Korea Selatan,” tambahnya.
Wakil Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia, Park Soodeok, menambahkan bahwa peresmian ini merupakan bukti kuat dari kolaborasi industri antara kedua negara, dan diharapkan dapat terus meningkatkan hubungan dagang dan investasi.
CEO Orbia, Sameer Bharadwaj, selaku induk perusahaan PT Wavin, menyatakan bahwa mereka berkomitmen untuk membawa teknologi dan inovasi mutakhir ke Indonesia. Pabrik ini akan mendukung pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.
“Kami berkomitmen untuk membawa teknologi mutakhir dan inovasi yang berkontribusi pada masa depan yang lebih hijau,” jelas Bharadwaj.
Menteri Investasi/BKPM, Rosan Perkasa Roeslani, turut menyambut baik peresmian ini sebagai bukti nyata kepercayaan investor global terhadap Indonesia. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah akan terus menciptakan iklim investasi yang kondusif untuk menarik lebih banyak perusahaan internasional.
“Kami akan terus mendukung iklim investasi yang kondusif agar semakin banyak perusahaan besar menanamkan modalnya di tanah air,” ujar Rosan.
Dengan kehadiran PT KCC Glass dan PT Wavin, KITB semakin kokoh sebagai pusat industri ramah lingkungan di Indonesia, sekaligus memantapkan posisi Indonesia sebagai destinasi utama investasi di Asia Tenggara.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS

Leave a Reply