Anggur Shine Muscat Viral, Diduga Mengandung Zat Berbahaya

Anggur Shine Muscat
Ilustrasi, Anggur Shine Muscat

Anggur Shine Muscat Viral, Diduga Mengandung Zat Berbahaya di Thailand dan Malaysia

ANGGUR muscat, terutama varian shine muscat, saat ini menjadi sorotan di berbagai negara Asia setelah diduga mengandung zat beracun yang berbahaya bagi kesehatan. Di Thailand, otoritas setempat tengah menyelidiki kandungan kimia dalam buah ini. Tak hanya itu, pemerintah Malaysia juga mulai mengambil langkah pencegahan dengan melakukan uji coba keamanan terhadap anggur muscat yang beredar di pasar mereka.

Investigasi dan Hasil Temuan di Thailand

Menurut laporan dari Jaringan Peringatan Pestisida dan Yayasan Konsumen Thailand, hasil uji kimia menunjukkan adanya zat berbahaya dalam anggur shine muscat. Otoritas terkait, termasuk Badan Pengawas Obat dan Makanan Thailand, mengumpulkan 24 sampel anggur muscat secara acak di Bangkok dan sekitarnya. Dari sampel tersebut, 9 di antaranya diketahui berasal dari China.

Dari total 23 sampel yang diuji, 95,8 persen mengandung residu pestisida yang melebihi batas aman. Salah satu sampel bahkan menunjukkan kandungan klorpirifos, zat beracun yang sudah dilarang penggunaannya di Thailand. “Sebanyak 50 jenis residu beracun ditemukan melebihi ambang batas legal,” demikian laporan dari Channel 7 Thailand (25/10/2024).

Menurut ahli kesehatan, zat-zat ini dapat merusak sistem saraf dan meningkatkan risiko kanker usus besar. Selain itu, apabila zat ini dikonsumsi oleh ibu hamil, potensi dampak negatif terhadap perkembangan anak juga meningkat.

Respons Malaysia Terhadap Kasus Anggur Shine Muscat

Kabar mengenai potensi bahaya anggur shine muscat di Thailand ini memicu keprihatinan di Malaysia. Kementerian Pertanian dan Keterjaminan Makanan (KPKM) Malaysia bekerja sama dengan lembaga Penyelidikan dan Kemajuan Pertanian Malaysia (MARDI) untuk menguji anggur yang ada di pasaran Malaysia. Menteri KPKM, Datuk Seri Mohamad Sabu, menyatakan bahwa pihaknya akan mengumumkan hasilnya ke publik jika ditemukan adanya kandungan berbahaya seperti di Thailand.

“Kami sangat berhati-hati karena hal ini terkait kesehatan masyarakat. Pemantauan secara ketat akan terus dilakukan, dan kami siap mengambil tindakan jika ditemukan bahan kimia berbahaya,” ujar Datuk Seri Mohamad Sabu (27/10/2024).

Sejarah dan Manfaat Anggur Shine Muscat

Anggur shine muscat pertama kali dikembangkan di Jepang pada tahun 1988 sebagai hasil persilangan antara varietas Akitsu-21 dan Hakunan. Ciri khas anggur ini adalah warna hijau cerah, rasa manis, aroma harum, dan daging buah yang renyah. Berkat kualitas ini, anggur shine muscat menjadi favorit di berbagai pasar Asia.

Sebagai varietas unggulan Jepang, shine muscat dilindungi oleh Undang-Undang Varietas Tanaman dan Benih Jepang sejak 2006. Jepang memberlakukan peraturan ketat terkait distribusi bibit anggur ini, dan sejak 2020, pengambilan bibit secara ilegal dari Jepang ke negara lain dapat dihukum hingga 10 tahun penjara.

Meski begitu, shine muscat telah menyebar luas ke China dan Korea Selatan. Di China, anggur jenis ini sudah mulai dikenal sejak 2016.

Selain dari kandungan yang menjadi sorotan, shine muscat memiliki manfaat kesehatan, seperti mencegah osteoporosis karena kandungan kalsium, magnesium, dan vitamin K. Kalium dalam anggur ini juga mampu membantu menurunkan tekanan darah, sedangkan antioksidan dan vitamin A melindungi mata dari risiko katarak.

Harga di Pasaran dan Popularitas Anggur Shine Muscat

Harga anggur shine muscat bervariasi di pasaran, dengan kisaran Rp60.000 hingga Rp75.000 untuk kemasan 500 gram di supermarket. Di marketplace online, harga bisa lebih rendah, yaitu sekitar Rp40.000 hingga Rp50.000 per 500 gram, tergantung kualitas buah.

Meskipun populer karena rasa dan manfaatnya, masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dalam memilih anggur muscat, terutama mengingat temuan terakhir di Thailand. Keamanan pangan adalah prioritas, dan masyarakat diharapkan terus mengikuti informasi terbaru dari otoritas terkait.

 

Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*