
JoSS, SOLO – Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Solo merespons keluhan warga terkait sulitnya mendapatkan gas elpiji 3 kg atau yang dikenal dengan sebutan “gas melon”. Keluhan ini disampaikan melalui Unit Layanan Aduan Surakarta (ULAS).
Menurut Kepala Bidang Pelayanan Pengembangan Disdag Kota Solo, Training Hartanto, tingginya permintaan menjadi faktor utama sulitnya masyarakat mendapatkan gas melon. Ia menegaskan bahwa tidak ada indikasi penimbunan gas melon di Kota Solo.
“Keluhan ini sudah mulai masuk sejak libur 17 Agustus 2024, dimana banyak warga yang melaporkan kesulitan mendapatkan gas melon,” ujar Training Hartanto, pada Selasa (3/9/2024).
Koordinasi dengan Pihak Terkait
Menanggapi banyaknya laporan, Disdag segera mengundang beberapa pihak terkait, termasuk Pertamina, Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas), serta Satuan Tugas (Satgas) Ketahanan Pangan Kota Solo untuk berkoordinasi.
“Dari hasil rapat koordinasi, diketahui bahwa kesulitan mendapatkan gas melon tidak hanya terjadi di Kota Solo, tetapi juga di Soloraya,” jelas Training.
Dari hasil koordinasi tersebut juga diketahui bahwa munculnya penjual atau pengecer baru yang membeli gas melon dalam jumlah besar turut mempengaruhi ketersediaan di tingkat konsumen. Selain itu, fenomena panic buying di kalangan masyarakat memperparah situasi ini.
Tidak Ada Penimbunan, Hanya Permintaan Tinggi
Training menegaskan bahwa kesulitan mendapatkan gas melon bukan disebabkan oleh penimbunan. Disdag bersama Satgas Ketahanan Pangan telah melakukan pengecekan dan tidak menemukan indikasi adanya penimbunan.
“Permintaan yang tinggi menjadi alasan utama kelangkaan ini. Oleh karena itu, diperlukan penambahan stok fakultatif untuk mengatasi situasi ini,” tambahnya.
Penambahan Stok Gas Melon oleh Pertamina
Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, melalui Area Manager Communication Relations & Corporate Social Responsibility, Brasto Galih Nugroho, mengonfirmasi bahwa telah dilakukan penambahan stok fakultatif gas melon di Kota Solo sebanyak 13.600 tabung. Penambahan ini dilakukan dalam tiga tahap: pada 19 Agustus 2024 sebanyak 5.960 tabung, 23 Agustus 2024 sebanyak 5.040 tabung, dan 24 Agustus 2024 sebanyak 2.600 tabung.
“Penambahan fakultatif ini merupakan langkah antisipatif untuk mencegah kelangkaan akibat peningkatan permintaan, sesuai hasil koordinasi dengan pemerintah daerah setempat,” ujar Brasto.
Imbauan kepada Masyarakat
Brasto juga mengimbau masyarakat untuk membeli gas melon di pangkalan resmi Pertamina dan tidak panik. Ia memastikan bahwa tidak ada pengurangan pasokan gas melon ke Kota Solo.
“Masyarakat tidak perlu panic buying karena pasokan LPG 3 kg tetap aman dan tidak ada pengurangan,” tutup Brasto.
Dengan adanya upaya koordinasi dan penambahan stok ini, diharapkan masyarakat Kota Solo tidak lagi kesulitan dalam mendapatkan gas melon, dan situasi segera kembali normal.
Cek berita dan artikel lainnya diĀ GOOGLE NEWS
Respons Disdag Kota Solo atas Keluhan Sulitnya Mendapatkan Gas Elpiji 3 Kg

Leave a Reply