
JoSS, SOLO — Nvidia, bekerja sama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS), mengadakan workshop “Powers the World’s AI And Yours” yang bertujuan memperkenalkan kecerdasan buatan (AI) kepada mahasiswa dan dosen. Acara ini berlangsung di Pendapi Gede, kompleks Balai Kota Solo, dan dihadiri peserta dari berbagai perguruan tinggi di Soloraya.
Adrian Lesmono, Consumer Business Lead Nvidia Indonesia, bersama dengan Dosen Vokasi UNS Taufiqurrakhman Nur Hidayat dan Manager Operasional Els.id, Zohanes Zebua, menjadi pembicara utama dalam diskusi mengenai potensi besar AI, terutama di dunia bisnis dan industri kreatif.
Lesmono memberikan wawasan menarik tentang teknologi AI yang mampu mengubah proses produksi film, seperti Avengers. Jika sebelumnya membutuhkan 100 orang selama enam bulan untuk menyelesaikannya, dengan AI, satu orang bisa menyelesaikan pekerjaan tersebut hanya dalam 30 menit. “AI memungkinkan studio kecil bersaing dengan yang besar,” ungkap Lesmono, menekankan kemampuan AI yang mendemokratisasi industri.
Workshop tersebut juga memperkenalkan aplikasi praktis dari AI, seperti Nvidia Broadcast App, yang memungkinkan pengguna membuat konten video gim berkualitas tinggi tanpa perlu ruang kedap suara atau green screen. Fitur ini meningkatkan kualitas streaming dan membuat produksi konten lebih mudah diakses.
Lesmono menjelaskan bahwa Nvidia telah lama menyasar pasar gim di Indonesia, tetapi investasi mereka dalam AI baru mendapatkan perhatian luas dalam dua tahun terakhir. “Sebagian besar AI dapat digunakan secara gratis, hanya beberapa yang berbayar. Kemungkinan besar AI akan terus berkembang seperti produk Google, yang gratis tetapi menghasilkan pendapatan dari penggunanya.”
Nvidia memiliki misi untuk meningkatkan literasi dan keterampilan AI di masyarakat Indonesia, dengan roadshow yang akan diadakan di berbagai kota. “Kami sudah menggelar workshop ini sejak tahun lalu, dan kali ini bekerja sama dengan UNS,” ujar Lesmono kepada wartawan setelah acara.
Ia juga menekankan pentingnya membekali akademisi dengan keterampilan AI agar mereka mampu merubah cara berpikir tradisional. “AI bukan hanya alat, tapi cara baru dalam memanfaatkan teknologi untuk memberikan dampak yang lebih besar,” jelasnya.
Selain itu, Nvidia menawarkan kerja sama dengan Deep Learning Institute kepada UNS, dengan tujuan membantu UNS dalam merumuskan kebijakan yang menerapkan AI. Lesmono juga mengakui bahwa meskipun AI membawa banyak peluang, ada tantangan etis yang harus dihadapi, seperti potensi penyebaran hoaks atau kecurangan akademik.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS

Leave a Reply