JoSS, SEMARANG – Sejumlah mahasiswa dari Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) dan Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) mendatangi Gedung Berlian, pusat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah (Jateng), untuk memahami lebih dalam tentang proses dan fungsi kedewanan.
Kedatangan para mahasiswa ini disambut oleh Kepala Bagian Persidangan Sekretariat DPRD Jawa Tengah, Edy Iswanto, serta Kasubbag Protokol Bagian Humas Donny A. Kurnianto, di lantai empat Gedung Berlian. Mereka berdiskusi terkait berbagai aspek terkait kinerja dewan, sejarah gedung, serta tanggung jawab DPRD dalam pemerintahan daerah.
Edy menyatakan apresiasinya terhadap para mahasiswa yang berinisiatif untuk memahami kinerja DPRD lebih mendalam. Kehadiran mahasiswa ke sini adalah langkah positif untuk memahami bagaimana proses kedewanan bekerja. Edy juga menjelaskan secara singkat struktur pimpinan DPRD yang terdiri dari lima pimpinan dewan, serta peran Alat Kelengkapan Dewan (AKD) yang terlibat dalam fungsi legislatif.
“Disini, ada 5 orang yang menjadi Pimpinan Dewan (Pimwan), yang bekerja secara collegial atau kolektif. Selain itu, ada juga Alat Kelengkapan Dewan (AKD) dalam kinerja kedewanan,” kata Edy.
Salah satu mahasiswa Unissula, Guntur Wicaksono, mengajukan pertanyaan terkait peran mahasiswa dalam proses pengambilan kebijakan di tingkat daerah, khususnya mengenai legislasi. “Kami ingin memahami, bagaimana peran mahasiswa dalam proses pembangunan daerah, salah satunya mengenai legislasi,” kata Guntur.
Menjawab pertanyaan tersebut, Edy menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran penting dalam menyampaikan aspirasi masyarakat, tidak hanya melalui demonstrasi, tetapi juga dengan menawarkan solusi konkret kepada pemerintah. “Mahasiswa bisa ikut berkontribusi dengan memberikan masukan dan solusi bagi pemerintahan daerah,” ungkap Edy.
Mahasiswa lain dari Unwahas, Fajar, menanyakan tentang peran DPRD dalam mendorong pembangunan yang merata, mengingat masih ada beberapa daerah di Jawa Tengah yang tertinggal. Edy menjelaskan bahwa salah satu tugas DPRD adalah menyerap aspirasi dari semua lapisan masyarakat, termasuk di daerah pelosok. Aspirasi tersebut kemudian akan dibahas bersama pemerintah daerah untuk mencapai pemerataan pembangunan.
“Peran legislatif itu adalah menyerap aspirasi masyarakat yang nanti akan didiskusikan ke pihak eksekutif agar dapat mencapai tujuan pembangunan daerah,” tambah Edy.
Kunjungan ini diakhiri dengan pemaparan Edy mengenai langkah-langkah yang dapat diambil mahasiswa untuk berpartisipasi lebih aktif dalam proses pembangunan daerah.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Mahasiswa Unissula dan Unwahas Kunjungi DPRD Jateng, Bahas Peran dalam Pembangunan Daerah

Leave a Reply