
JoSS, SEMARANG – Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) baru saja menyelenggarakan seminar nasional bertajuk “Keuangan Inklusif Goes to Campus: Seminar Nasional Keuangan Inklusif bagi Pemuda dan Pelaku UMKM.” Acara ini diadakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unwahas bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, bertujuan untuk meningkatkan pemahaman keuangan di kalangan mahasiswa dan pelaku UMKM.
Seminar ini mengundang berbagai pakar di bidang keuangan, baik dari akademisi maupun praktisi, untuk berbagi ilmu dan pengalaman mereka. Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unwahas, dalam sambutannya, menekankan pentingnya literasi keuangan bagi generasi muda, terutama dalam mengelola keuangan pribadi dan usaha. Ini diharapkan dapat membantu mereka menjadi lebih siap menghadapi tantangan ekonomi yang semakin kompleks.
Acara ini berlangsung di Gedung Theater Fakultas Kedokteran Unwahas dan dihadiri oleh ratusan peserta, termasuk mahasiswa yang memiliki usaha UMKM dan pelaku usaha dari sekitar kampus. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen tinggi dalam mengembangkan potensi ekonomi dan kewirausahaan di kalangan generasi muda.
Rektor Unwahas, Prof. Mudzakir Ali, secara resmi membuka acara ini. Dalam pidatonya, beliau menekankan pentingnya literasi keuangan, terutama bagi generasi muda yang sedang menghadapi tantangan ekonomi global. Rektor juga mengingatkan bahwa di era digital saat ini, kemampuan untuk mengelola keuangan dengan baik menjadi kunci keberhasilan.
“Oleh karena itu, seminar ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan pengetahuan yang bermanfaat bagi para peserta, sehingga mereka dapat menerapkan ilmu yang didapat dalam usaha mereka masing-masing,” jelasnya.
Acara ini juga dihadiri oleh Plh. Asisten Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Jawa Tengah, Eni Lestari, yang mewakili Penjabat Gubernur Jawa Tengah. Beliau memberikan apresiasi terhadap inisiatif Unwahas dalam menyelenggarakan seminar ini dan menjelaskan berbagai program pemerintah yang mendukung pengembangan UMKM di Jawa Tengah.
“Beberapa inisiatif yang telah diluncurkan oleh pemerintah, seperti pelatihan kewirausahaan, akses permodalan, serta pendampingan bagi pelaku UMKM agar mereka dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan pasar,” katanya.
Dengan semangat kolaborasi, diharapkan UMKM dapat tumbuh dan berkembang, serta memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat dan daerah secara keseluruhan,” tambahnya.
Selain itu, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan, Ferry Irawan, juga hadir sebagai pembicara utama. Beliau membahas berbagai kebijakan pemerintah pusat yang bertujuan untuk meningkatkan inklusi keuangan, serta memberikan panduan praktis bagi pelaku UMKM dalam mengembangkan usaha mereka.
“Pentingnya inklusi keuangan sebagai salah satu pilar utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” terangnya.
Seminar ini ditutup dengan sesi diskusi dan workshop interaktif, di mana peserta dapat berinteraksi langsung dengan para narasumber. Topik yang dibahas mencakup strategi pengelolaan keuangan, akses terhadap layanan keuangan, dan pentingnya perencanaan keuangan untuk keberlanjutan usaha.
Dengan adanya seminar ini, diharapkan peserta dapat menerapkan ilmu yang didapat untuk meningkatkan kinerja dan keberlanjutan usaha mereka, serta berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.
Cek berita dan artikel lainnya diĀ GOOGLE NEWS

Leave a Reply