JoSS, JAKARTA – Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyatakan keyakinannya bahwa Indonesia memiliki semua syarat untuk menjadi negara maju pada tahun 2045, yang bertepatan dengan peringatan 100 tahun kemerdekaan Indonesia. Pernyataan ini disampaikan Zulhas dalam pertemuan Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) baru-baru ini.
Menurut Zulhas, potensi besar Indonesia juga diakui oleh Menteri Perdagangan China, yang menyoroti kekayaan sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM) Indonesia. “Pendek kata, seluruh persyaratan kita punya, dan terbukti kita 51 bulan perdagangan kita surplus terus, dengan segala kekurangannya kita masih surplus di atas 5%,” ujar Zulhas dalam Forum PPNS di Jakarta pada Rabu, 21 Agustus 2024.
Zulkifli Hasan juga menekankan pentingnya kolaborasi yang kuat di antara berbagai pihak, termasuk Polri, Kejaksaan, Kementerian Hukum dan HAM, serta kepala dinas di seluruh Indonesia. “Seperti sepak bola, jadi kalau satu tim untuk melakukan tugas harus solid, kerja sama yang kuat. Karena, kalau ada satu orang yang gol bunuh diri, nah sudah bubar.” jelas Zulhas.
“Jadi kita mesti menyadari bahwa kita ini satu tim. Tujuannya, menjadikan Indonesia negara maju 2045, sebentar lagi, dan kita punya semua persyaratannya,”tambahnya.
Menurut Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR), negara maju adalah negara yang memiliki pendapatan per kapita tahunan tinggi, melebihi US$12.375 per tahun. Selain itu, negara maju biasanya memiliki standar hidup yang lebih tinggi, angka kemiskinan yang rendah, angka harapan hidup yang tinggi, serta tingkat pendidikan dan kesehatan yang baik, didukung oleh kemajuan teknologi yang pesat.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya juga menekankan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) berperan penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi. APBN digunakan sebagai instrumen untuk keluar dari jebakan pendapatan menengah (middle-income trap) dan memanfaatkan bonus demografi sebagai peluang untuk transformasi ekonomi, meningkatkan investasi, serta menciptakan lebih banyak lapangan kerja.
“Bonus demografi harus menjadi peluang, bukan justru menjadi hambatan. APBN juga bisa jadi amunisi dalam transformasi ekonomi, meningkatkan daya tarik investasi dan membuka lebih banyak lapangan kerja,” cap Jokowi dalam pembacaan Nota Keuangan dan Pembacaan APBN Tahun 2025 terakhirnya di Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2024).
Jokowi juga menyoroti pentingnya ekspor produk bernilai tambah tinggi untuk memperkuat ekonomi Indonesia. Pemerintah berkomitmen mendukung perdagangan ekspor melalui insentif fiskal yang kompetitif, sambil tetap menjaga keberlanjutan fiskal. Meskipun Jokowi memprediksi pertumbuhan ekonomi tahun depan akan tetap didorong oleh permintaan domestik, mengingat kondisi global yang diperkirakan stagnan, bauran kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan akan terus dijaga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan stabilitas sistem keuangan.
“yang kompetitif dengan tetap menjaga keberlanjutan fiskal.” tegasnya.
“Bauran antara fiskal, moneter, dan sektor keuangan akan dijaga untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi dan menjaga stabilitas sistem keuangan,” berdasarkan keterangan tertulis Jokowi dalam sidang di gedung DPR, Senayan.
Presiden Jokowi juga telah menetapkan target makro ekonomi tahun 2025 yang akan dijalankan oleh pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Berikut adalah asumsi makro ekonomi Indonesia tahun 2025:
– Pertumbuhan ekonomi 5,2%
– Inflasi 2,5%
– Nilai tukar rupiah Rp16.100/US$
– Tingkat bunga SBN 10 tahun 7,1%
– Harga minyak mentah Indonesia (ICP) US$82 per barel
– Lifting minyak 600 ribu barel per hari
– Produksi gas bumi 1,005 juta barel setara minyak per hari
Dengan optimisme dan kerja sama yang kuat, Indonesia dapat mewujudkan visi menjadi negara maju pada tahun 2045.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS

Leave a Reply