JoSS, TEGAL – Komisi A DPRD berkesempatan mengunjungi perpustakaan milik Pemerintah Kota Tegal. Kunjungan ini bertujuan untuk mendapatkan masukan dalam penguatan penyusunan materi Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perpustakaan. Wakil Ketua Komisi A, Fuad Hidayat, menekankan pentingnya optimalisasi perpustakaan daerah sebagai gerbang literasi masyarakat dan tempat untuk menumbuhkan minat baca.
“Kalau perpustakaan daerah saja kurang dioptimalkan. Keberadaan (perpustakaan) di daerah hanya dijadikan tempat ampiran saja, kita gagal untuk menumbuhkan semangat baca kepada warga. Masukan-masukan kami minta untuk penguatan Raperda Perpustakaan. Bagaimana dan apa yang harus dikembangkan, kami perlu masukannya,” ujar Fuad.
Rombongan Komisi A diterima oleh Kepala Dinas Arsip Kota Tegal, Andri Yudi Setiawan, di ruang rapat. Saat ini, Komisi A tengah merumuskan kajian dari perubahan Peraturan Daerah (Perda) No. 1/2014 tentang Perpustakaan. Andri Yudi menyampaikan bahwa dibutuhkan kebijakan yang kuat dari pemerintah untuk mengoptimalkan peran perpustakaan.
“Era sekarang sudah digital. Semua serba berada pada genggaman. Mampukan perpustakaan bisa menjawab tantangan ini. Apakah perpustakaan masih bisa menjadi Kawasan yang enak, nyaman untuk membaca termasuk ruang mendapatkan informasi serta berdiskusi,” jelas Andri.
Perpustakaan Kota Tegal mengalami berbagai perubahan dalam pengelolaannya. Pada awalnya, perpustakaan berada di bawah Dinas Pendidikan sebagai UPTD selama enam tahun. Kemudian, pada 2008 hingga 2016, menjadi Kantor Arsip dan Perpustakaan, dan pada 2017 berubah menjadi Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Tegal.
Perpustakaan Kota Tegal telah meraih berbagai prestasi nasional, termasuk akreditasi nasional perpustakaan (terakreditasi A) pada 2019 dan penghargaan Nugra Jasa Dharma Pustaloka (kategori tokoh masyarakat). Perpustakaan ini juga pernah memenangkan juara utama “Prasidatama” (kategori buku sastra cerita pendek) dan juara III perpustakaan berprestasi Jawa Tengah pada 2020. Pada 2022, perpustakaan ini masuk nominasi/top-3 “Prasidatama” untuk kategori buku sastra cerita pendek.
Untuk menarik minat masyarakat, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Tegal mengembangkan berbagai inovasi seperti Pusling Mas (perpustakaan keliling ke masyarakat dan area publik), Zona Rupadaya (ruang pamer budaya seperti galeri lukisan dan batik), serta Sherbu Lokalan (penerbit buku lokal Tegal).
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS

Leave a Reply