
JoSS, SOLO – Ajang Pemilihan Putra Putri Solo merupakan acara tahunan yang selalu dinantikan oleh masyarakat Kota Surakarta. Setiap tahun, ajang ini berhasil menarik perhatian banyak peserta yang ingin berkontribusi dalam melestarikan budaya dan mempromosikan kota mereka. Pada tahun 2024, pemilihan Putra Putri Solo mengusung tema “Ngelmu Laku Rahayu,” yang terinspirasi dari empat sifat baik Sultan Agung Hanyokrokusumo, yaitu ngayomi, ngayahi, ngugemi, dan mandegani.
Proses seleksi berlangsung selama beberapa bulan, di mana para peserta mengikuti serangkaian kegiatan yang tidak hanya menantang, tetapi juga mendidik. Pada akhirnya, hanya peserta terbaik yang berhasil mencapai puncak dan dipilih sebagai Putra dan Putri Solo 2024. Malam Grand Final yang diadakan pada 2 Agustus 2024 di Taman Balekambang, Surakarta, menjadi puncak dari rangkaian acara ini. Malam tersebut berlangsung meriah dan penuh antusiasme dari para penonton.
Pada ajang Grand Final tersebut, terpilihlah Perdana Riyan Mustaqim dan Lintang Kusuma Dewi sebagai Juara 1 Putra Putri Solo 2024. Kedua pemenang ini tidak hanya unggul dalam hal penampilan, tetapi juga dalam ide-ide inovatif yang mereka tawarkan melalui program-program yang mereka usung.
Perdana Riyan Mustaqim hadir dengan program “Satria” (Selamatkan Permainan Tradisional), sebuah inisiatif untuk melestarikan permainan tradisional yang kini mulai dilupakan oleh anak-anak. Melalui program ini, diharapkan permainan tradisional dapat kembali populer dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari generasi muda.
Di sisi lain, Lintang Kusuma Dewi memperkenalkan program “Bima” atau Bina Bahasa Krama. Program ini bertujuan untuk melestarikan Bahasa Krama, yang kini semakin jarang digunakan oleh kawula muda. Melalui Bima, Lintang berharap Bahasa Krama dapat kembali hidup dan digunakan dalam percakapan sehari-hari.
Para peserta Putra Putri Solo yang terpilih tidak hanya diharapkan menjadi duta budaya, tetapi juga menjadi role model bagi generasi muda di Kota Surakarta. Dengan mengedepankan program-program inovatif yang mereka miliki, diharapkan potensi wisata dan budaya di Kota Surakarta dapat semakin dikenal dan diminati oleh wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.
Pemilihan Putra Putri Solo menjadi wadah untuk melahirkan generasi muda yang peduli akan kelestarian budaya dan bahasa. Dengan semangat “Ngelmu Laku Rahayu,” diharapkan Putra Putri Solo 2024 dapat membawa perubahan positif bagi Kota Surakarta.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS

Leave a Reply