Aksi Heroik Bocah Putus Sekolah: Merah Putih Gagal Berkibar, Ali Faizal Panjat Tiang Bendera di Tengah Upacara

Aksi Heroik Bocah Putus Sekolah Merah Putih Gagal Berkibar, Ali Faizal Panjat Tiang Bendera di Tengah Upacara
Bocah Panjat Tiang Bendera Saat Upacara HUT RI ke-79 Berlangsung di Bayumah, Jawa Tengah (Tangkapan Layar Instagram)

JoSS, BANYUMAS – Peristiwa tak terduga terjadi pada Sabtu, 17 Agustus 2024, saat upacara Hari Ulang Tahun ke-79 Republik Indonesia di Grumbul Rocekan, Desa Banjarsari, Ajibarang, Banyumas, Jawa Tengah. Bendera Merah Putih yang seharusnya berkibar dengan gagah justru terlepas dari ikatannya. Di tengah kebingungan peserta upacara, seorang bocah berusia 14 tahun, Muhammad Ali Faizal, dengan sigap memanjat tiang bendera untuk memperbaiki bendera yang lepas tersebut.

Ali Faizal, yang dikenal sebagai anak putus sekolah kelas satu Madrasah Tsanawiyah (MTS), menunjukkan keberanian luar biasa di depan banyak orang.

“Saya apa izin dulu sama Pak Lurah lalu benerin, karena saya sudah biasa naik pohon,” ujar Faizal saat diwawancarai.

Ketika ditanya alasan dirinya tidak melanjutkan sekolah, Faizal dengan mata penuh harapan mengungkapkan keinginannya untuk tetap bersekolah. Namun, kondisi ekonomi keluarganya membuatnya harus menunda cita-citanya tersebut.

“Pengen, tapi kasihan orang tua bagaimana ya,” tambahnya.

Sang ayah, Qodirun (44), mengaku terkejut sekaligus bangga dengan keberanian anaknya.

“Senang sekali anak saya kok ku bisa mentalnya itu begitu kuat dalam kerumunan orang banyak itu, bisa nekat benerin bendera yang udah copot gitu, dan saya senang sekali, ikut bangga,” ujar Qodirun.

Menurut Qodirun, Ali Faizal sebenarnya adalah anak yang pemalu. Namun, situasi tersebut mengubahnya menjadi pemberani dan nekat. Faizal itu biasanya pemalu, tapi entah kenapa kali ini dia bisa begitu berani. Saya harap dia bisa terus berbakti, bukan hanya untuk keluarga, tapi juga untuk masyarakat dan negara.

Qodirun juga menyampaikan harapannya agar Ali Faizal bisa melanjutkan pendidikan dan mencapai cita-citanya di masa depan. “Saya pingin anak saya menjadi anak yang benar-benar berbakti sama orang tua, untuk masyarakat, untuk negara, pinter gitulah biar nantinya kalau mau kerja apa, ini dan itu, entah nantinya kerjanya apa tapi kan bisa kalau udah punya ijazah atau apa itu yang penuh surat-suratnya kan itu nggak sulit gitu,” harap Qodirun.

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*