JoSS, SOLO – Solo Batik Carnival ke-15 sukses digelar. Acara yang dimulai dari Jalan Bhayangkara di Sriwedari menuju Balai Kota Surakarta ini diresmikan oleh Wakil Wali Kota Surakarta, Teguh Prakosa. Tema Amerta: The Legacy of Mataram Kingdom
Solo Batik Carnival setiap tahunnya selalu hadir dengan tema yang beragam dan inovatif. Tahun ini, tema besar yang diusung adalah “Amerta: The Legacy of Mataram Kingdom.” Tema ini memiliki filosofi mendalam tentang keabadian dan keagungan warisan Kerajaan Mataram di Kota Solo.
Lima Defile Unik dengan Makna Mendalam
Acara ini menampilkan lima karakter defile yang unik, masing-masing membawa makna khusus yang berkaitan dengan Kota Solo. Berikut adalah lima defile tersebut:
1. Sekaten: Defile ini menampilkan kostum yang mencerminkan perayaan Sekaten, sebuah acara untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.
2. Pracimatuin: Kostum defile ini mewakili Taman Pracimatuin, taman ikonik terbaru di Kota Solo.
3. Mahesa Lawung: Defile ini menggambarkan upacara adat turun temurun sejak Dinasti Mataram, Mahesa Lawung.
4. Asyura: Kostum defile ini menginterpretasikan salah satu malam terpenting di Kota Solo, malam satu suro.
5. Rojomolo: Sebagai ikon Kota Solo, defile Rojomolo tampil dengan kostum khas yang menggambarkan ciri khas Kota Solo.
Kemeriahan dan Harapan untuk Masa Depan
Solo Batik Carnival #15 berlangsung dengan sangat meriah, melibatkan ratusan peserta yang antusias. Acara ini diharapkan dapat terus berlangsung setiap tahunnya sebagai wadah untuk melestarikan dan mengembangkan kreasi kain batik di Indonesia.

Leave a Reply