Inovasi Pelayanan Publik DIY: Difagana dan “Gadis Manis” Unjuk Gigi di PKRI 2024

Difagana DIY
Difagana Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)

JoSS, JOGJA – Inovasi pelayanan publik dari Dinas Sosial DIY dan Dinas Kesehatan DIY, yaitu Difabel Siaga Bencana (Difagana) dan “Gadis Manis”, dipresentasikan di hadapan Tim Penilai Independen Pemantauan Keberlanjutan dan Replikasi Inovasi Pelayanan Publik (PKRI) 2024. Acara yang digelar secara daring ini dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi DIY, termasuk Kepala Dinas Sosial DIY, Endang Patmintarsih, S.H., M.Si., dan Kepala Dinas Kesehatan DIY, Drg. Pembajun Setyaningastutie, M.Kes.

Difagana: Pionir Penanggulangan Bencana Berbasis Inklusi

Difagana, yang diinisiasi oleh Dinas Sosial DIY, adalah pionir dalam penanggulangan bencana berbasis inklusi di Indonesia. Ide ini lahir dari pengalaman para difabel korban erupsi Merapi 2010 yang menghadapi kesulitan di pengungsian. Difagana mengubah para difabel dari objek yang dilayani menjadi subjek yang melayani, tanpa diskriminasi.

Kepala Dinas Sosial DIY, Endang Patmintarsih, mengungkapkan bahwa Difagana telah berkarya selama lebih dari tujuh tahun dan melakukan banyak inovasi dalam penanganan kebencanaan bagi difabel. Program ini mencakup berbagai kegiatan seperti Difagana masuk sekolah, komunitas, bengkel kendaraan disabilitas untuk evakuasi, hingga menjadi narasumber penanggulangan bencana inklusi di tingkat nasional dan internasional. Selain itu, Difagana juga berperan dalam misi kemanusiaan di Lombok, Palu, dan sebagai penggiat vaksinasi disabilitas serta pendukung difabel penyintas Covid-19.

“Mereka sekarang ini sudah menjadi mentor, narasumber diberbagai kesempatan, baik itu lokal, nasional maupun internasional, jadi mereka sudah mendunia”  ujar Endang dikutip dari jogjaprov.go.id 15 Juli 2024. Ia menambahkan bahwa Dinas Sosial DIY terus mendorong Difagana agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan komunitasnya, dengan motto “Urip Iku Kudu Urup” atau hidup harus bermanfaat bagi orang lain.

Gadis Manis: Jaminan Kesehatan Terpadu untuk Disabilitas

Dalam sesi kedua, Kepala Dinas Kesehatan DIY, Drg. Pembajun Setyaningastutie, memperkenalkan program “Gadis Manis” (Menjaga Disabilitas Bermasalah Kronis). Program ini merupakan inovasi jaminan kesehatan khusus penyandang disabilitas terpadu yang memberikan pelayanan homecare secara online dan one stop service.

“Gadis Manis” bertujuan untuk memandirikan para penyandang disabilitas agar mereka dapat mengakses semua pelayanan yang mereka butuhkan tanpa bergantung pada orang lain. Program ini juga bertujuan untuk menjaga kondisi kesehatan para difabel dari penyakit kronis seperti diabetes militus dan hipertensi, yang seringkali muncul akibat kurangnya aktivitas dan asupan makanan yang tidak seimbang.

Pembajun berharap program ini dapat membantu para penyandang disabilitas berpartisipasi dalam membangun DIY, memberikan kontribusi positif bagi diri mereka sendiri, teman-teman disabilitas, keluarga, dan masyarakat. Dengan budaya SATRIYA (sawiji, greget, sengguh, ora mingkuh) dan semangat golong gilig, Pemda DIY berkomitmen untuk merangkul dan berkolaborasi dengan mereka.

Kedua inovasi ini menunjukkan komitmen DIY dalam memberikan pelayanan inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh warganya. Dengan Difagana dan “Gadis Manis”, DIY tidak hanya memberikan layanan, tetapi juga memberdayakan komunitas difabel untuk berkontribusi aktif dalam penanggulangan bencana dan menjaga kesehatan mereka.

Dengan semangat kebersamaan dan inovasi, DIY berupaya terus maju dan menjadi teladan bagi daerah lain di Indonesia.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*