Cindra Aditi Tejakinkin Alias CAT Anggota PPLN Den Haag

Cindra Aditi Tejakinkin Alias CAT Anggota PPLN Den Haag
Cindra Aditi Tejakinkin Alias CAT Anggota PPLN Den Haag Belanda (Tangkapan Layar Youtube)

CINDRA Aditi Tejakinkin Alias CAT adalah seorang anggota PPLN Den Haag, telah menjadi sorotan setelah mengungkapkan bahwa ia menjadi korban pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh Ketua KPU, Hasyim Asy’ari.

Cindra, yang dikenal dengan kulit putih dan rambut panjang berwarna cokelat, mengatakan bahwa Hasyim memanfaatkan janji-janji pernikahan.

Seorang anggota Panitia Pengawas Pemilu Luar Negeri (PPLN) Den Haag, Belanda tersebut, diketahui mengalami gangguan kesehatan setelah melakukan hubungan badan dengan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Hasyim Asy’ari. Kejadian tersebut terjadi pada 3 Oktober 2023 di Belanda.

CAT muncul ke publik di sidang DKPP pada Rabu, 3 Juli 2024 lalu, ia sengaja datang jauh-jauh dari Belanda untuk melihat langsung sidang terkait kasus asusila yang dialaminya.

“Di sini saya datang dari Belanda untuk menghadiri langsung persidangan ini karena saya sendiri ingin mengikuti, melihat bagaimana keadilan di Indonesia ditegakkan dan sekarang adalah buktinya di mana semua keadilan itu ditegakkan oleh DKPP,”  kata CAT di kantor DKPP, Jakarta Pusat, Rabu 3 Juli 2024.

DKPP menjatuhkan sanksi pemberhentian tetap terhadap ketua KPU RI Hasyim Asy’ari atas dugaan tindakan asusila.

Ketua DKPP Heddy Lugito menyatakan bahwa Hasyim telah melanggar Kode Etik Penyelenggara Pemilu (KEPP) terhadap salah satu anggota Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) tersebut.

“Menjatuhkan sanksi pemberhentian tetap kepada teradu Hasyim Asy’ari selaku ketua dan merangkap anggota KPU terhitung sejak putusan ini dibacakan,” kata Heddy dalam putusannya di ruang sidang DKPP, Jakarta Pusat, Rabu 3 Juli 2024.

Keputusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) untuk memberhentikan Hasyim dari jabatannya disambut baik oleh Cindra, yang menyebut penanganan kasus ini sebagai contoh dari prinsip keadilan, kemandirian, imparsialitas, dan transparansi.

“Saya berharap, apa yang saya lakukan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat sipil seperti saya yang menjadi korban, terlepas apapun kasusnya, untuk berani bersuara dan menuntut haknya,” ungkapnya.

 

 

 

Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*