Proyek Tol Solo – Jogja Segera Rampung Hingga Klaten Juli 2024

Ilustrasi, Jalan tol Jogja Solo Semarang (JoSS)
Ilustrasi, Jalan tol Jogja Solo Semarang (JoSS)

JoSS, JOGJA –  Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, mengumumkan bahwa pembangunan jalan tol Solo – Jogja ditargetkan selesai hingga Klaten pada Juli 2024.

Basuki menyebutkan bahwa bagian tol yang sudah mencapai 23 km hingga Klaten akan segera diresmikan dan dioperasikan.

“Solo-Yogyakarta nanti mudah-mudahan Juli ini sampai Klaten bisa kita operasikan, (sepanjang) 23 kilometer,” kata Menteri Basuki di Balairung, Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Jumat (28/9/2024)

Ia menambahkan bahwa peresmian jalan tol tidak perlu menunggu keseluruhan proyek selesai, tetapi dapat dilakukan secara bertahap.

“Ya semua kan, tol-tol semua kan enggak nunggu selesai (dibangun), semua pasti bertahap. (Tol) Cibitung-Cilincing berapa, ya mana yang selesai dulu, itu yang diresmikan,” tambahnya.

Basuki menekankan bahwa jalan tol merupakan investasi penting bagi negara karena setiap segmen yang dioperasikan dapat segera menghasilkan pendapatan.

“Karena itu investasi kalau enggak diresmikan enggak dioperasikan dia enggak punya revenue (pemasukan). Jadi setiap gate to gate, pintu ke pintu kita bisa operasikan. Ini cukup panjang 23 km (untuk diresmikan),” kata Basuki.

Sebagai Informasi, pembangunan tol sepanjang 96,57 kilometer ini dimulai pada tahun 2020 dengan nilai investasi sebesar Rp26,6 triliun.

Proyek ini tidak hanya akan mempercepat perjalanan tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, terutama di sektor konstruksi dan transportasi.

Selain itu, proyek ini diproyeksikan meningkatkan konektivitas antara kota-kota besar di Jawa Tengah dan aksesibilitas ke Yogyakarta International Airport (YIA).

PT Jasamarga Jogja Solo (JMJ) mencatat 109.105 kendaraan telah melewati jalur fungsional Jalan Tol Yogyakarta-Solo-YIA Kulonprogo selama arus mudik dan balik Lebaran 2024.

Kendaraan ini memasuki tol melalui Gerbang Tol (GT) Colomadu dan GT Banyudono dengan tujuan Karanganom, Ngawen, Karangnongko (Klaten) sepanjang 25 kilometer. Jumlah ini merupakan akumulasi kendaraan selama 11 hari arus mudik dan balik.

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*