JoSS, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang meluncurkan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2024 dari tingkat TK hingga SMP. Acara sosialisasi dan peluncuran ini digelar secara hybrid di Aula SMPN 5 Semarang. Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, mengumumkan jadwal pendaftaran dengan rincian untuk TK dan SD pada 18-22 Juni, dan SMP pada 24-28 Juni.
Program Gerbang Harapan, yang bertujuan membantu siswa dari keluarga tidak mampu. Wali Kota Hevearita Gunaryanti Rahayu menjelaskan bahwa program ini menyediakan berbagai bentuk dukungan, termasuk beasiswa dari Dinas Pendidikan. Pemkot Semarang berusaha memastikan bahwa semua siswa, baik di sekolah negeri maupun swasta, mendapatkan kesempatan yang sama untuk pendidikan berkualitas.
“Tahun ini kami membuat program Gerbang Harapan. Apabila siswa siswa gak mampu bisa pakai itu atau beasiswa dari Disdik, jadi banyak cara yang bisa dilakukan. Intinya kita harus memintarkan siswa di kota baik swasta maupun negeri,” kata mbak Ita, Kamis (6/6/24).
Program ini juga melibatkan masyarakat dalam memberikan sumbangan sukarela bagi siswa yang membutuhkan alat tulis atau uang saku. Orang tua asuh dan masyarakat diharapkan berkontribusi dalam bentuk dukungan finansial maupun moral untuk memastikan bahwa semua anak mendapatkan pendidikan yang layak.
“Intinya bagaimana kita bisa memberikan support bagi anak-anak tidak mampu kita harapkan dia bersekolah yang tidak dapat bantuan BOS tetapi bisa juga dengan beasiswa maupun gerbang harapan. Masyarakat lainnya bisa subsidi terhadap anak-anak yang tidak mampu lainnya,” lanjutnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bambang Pramusinto, menambahkan bahwa setelah peluncuran sistem PPDB 2024 ini, sosialisasi akan dilanjutkan ke 16 kecamatan di seluruh Kota Semarang. Sosialisasi ini melibatkan camat, lurah, masyarakat, dan para guru untuk memastikan bahwa seluruh tahapan PPDB dipahami dengan baik oleh semua pihak terkait.
“Jadi masyarakat selain konsultasi ke Disdik juga bisa ke sekolah. Operatornya juga sudah kami berikan sosialisasi supaya masyarakat paham betul tahapan PPDB dan tidak kebingungan,”jelasnya.
Untuk tingkat TK dan SD, penerimaan siswa akan dilakukan melalui tiga jalur: zonasi (79%), afirmasi (16%), dan mutasi (5%). Sementara untuk tingkat SMP, terdapat empat jalur penerimaan yaitu zonasi (51%), prestasi (28%), afirmasi (16%), dan mutasi (5%). Bambang menjelaskan bahwa jalur prestasi akan mempertimbangkan piagam penghargaan tertinggi yang diperoleh siswa di tingkat kota, provinsi, maupun nasional.
“Jalur prestasi durasi 3 tahun, bisa satu untuk piagam tertinggi, bisa kota, provinsi, dan nasional yang otomatis diterima tinggal pilih sekolah mana,” lanjutnya.
Dalam rangka mengantisipasi praktik curang, Bambang menegaskan bahwa jalur zonasi hanya akan menerima calon peserta didik yang tinggal atau berdomisili minimal satu tahun di area yang bersangkutan. Selain itu, jalur mutasi hanya berlaku bagi anak-anak dari ASN, TNI, Polri, dan pegawai BUMN yang mengikuti orang tua mereka pindah tugas.
““Antisipasi manajemen risiko kami sudah siapkan tim, ini sudah dimonitor KPK dan Ombudsman. Jangan percaya pada oknum-oknum karena ini PPDB sudah sesuai sistem,” pungkasnya.
Dengan adanya Program Gerbang Harapan, diharapkan tidak ada lagi anak-anak di Semarang yang terhambat pendidikannya karena masalah finansial. Pemkot Semarang berkomitmen untuk terus mendukung pendidikan bagi seluruh warganya, terutama bagi mereka yang kurang mampu.(RJ)
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS

Leave a Reply