Jet Tempur Andalan USAF Amerika Serikat F-22 Raptor Akan Mendarat di Indonesia

Jet Tempur Andalan USAF Amerika Serikat F-22 Raptor AS Akan Mendarat di Indonesia
Dokumentasi USAF

JoSS, JAKARTA – Laporan terbaru mengungkapkan bahwa jet tempur andalan Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF), F-22 Raptor, akan mendarat di Indonesia. Informasi ini pertama kali disampaikan melalui akun Instagram @militer.udara dan @PuspenTNI, yang menyebutkan bahwa kedatangan F-22 Raptor di Indonesia merupakan momen bersejarah.

F-22 Raptor, bagian dari 27th Squadron, akan melakukan transit di Indonesia setelah berpartisipasi dalam latihan militer Multinasional Pitch Black 24 yang akan diselenggarakan di Australia pada Agustus 2024.

Selain itu, pada 11-13 Juni 2024, TNI AU bersama US Pacific Air Force menyelesaikan survei interaksi Iron Blade Fighter dan Fighter Logistic Subject Matter Expert Exchange (SMEE) 2024 di Lanud I Gusti Ngurah Rai, Badung. Kegiatan tersebut juga melibatkan penerbang dan teknisi dari Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi.

Dalam laporan Defence Security Asia yang dirilis pada 20 Juni 2024 berjudul “Angkatan Udara AS Berencana Pensiunkan 32 F-22 “Raptor”, Namun Mendapat Penentangan dari Kongres,” disebutkan bahwa USAF berencana menghentikan 32 pesawat F-22 Raptor secara bertahap mulai tahun 2030. Namun, rencana ini mendapatkan penolakan dari Kongres.

Kongres Amerika Serikat menegaskan bahwa seluruh 32 pesawat F-22 Block 20 tetap beroperasi setelah tahun 2030, atau setidaknya hingga pesawat Next Generation Air Dominance (NGAD) siap menggantikan peran F-22. Mereka berpendapat bahwa pesawat F-22 Block 20, meski tidak memiliki sistem modern dan digunakan untuk pelatihan, tetap diperlukan.

Untuk mendukung operasional jangka panjang, Kongres mendorong alokasi anggaran besar guna meningkatkan F-22 Block 20 dengan peralatan dan sistem modern setara dengan F-22 Block 30/35 dan pesawat tempur lainnya seperti F-35 dan F-15EX. Saat ini, USAF memiliki 185 pesawat tempur F-22, dengan 32 di antaranya adalah varian Block 20 yang dilengkapi peralatan lebih sedikit dan digunakan untuk pelatihan.

Jika USAF memensiunkan 32 F-22 Block 20, mereka akan menyisakan 153 pesawat F-22 untuk operasional. Namun, Kongres bersikeras agar pesawat-pesawat ini tidak hanya terus digunakan, tetapi juga di-upgrade dengan anggaran sekitar 1,6 miliar dolar AS. Biaya peningkatan satu F-22 Block 20 ke varian Block 30/35 diperkirakan mencapai 50 juta dolar AS per unit.

Teknologi unggulan pada F-22, terutama kemampuan silumannya, menjadikannya pesawat tempur yang sangat superior dibandingkan dengan F-35 Lightning. Penampang radar F-22 Raptor jauh lebih kecil dan memiliki lapisan rahasia yang menyerap tanda radar, meningkatkan kemampuan silumannya.

 

 

Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*