Omah Indische: Rumah Bersejarah di Balik Julukan ‘Rumah Pocong’

Omah Indische
Omah Indische (instagram.com/lakon_story)

BANYAK masyarakat tidak mengetahui sejarah menarik di balik Omah Indische, sebuah rumah kuno peninggalan zaman Belanda yang dibangun pada tahun 1860.

Rumah ini sebenarnya memiliki sejarah yang sangat penting, namun justru lebih dikenal dengan julukan “rumah pocong” akibat cerita mistis yang beredar.

Omah Indische sebenarnya merupakan kediaman Menteri Agama (Menag) pertama Indonesia sekaligus Diplomat Muhammadiyah, Mohammad Rasjidi.

Rumah ini awalnya milik keluarga Atmosudigdo, seorang pengusaha batik terkemuka di Yogyakarta. Salah satu anak mereka adalah M. Rasjidi, yang kemudian menjadi tokoh penting dalam sejarah Indonesia.

Rasjidi dikenal memiliki jasa besar terhadap berdirinya Indonesia. Ia mengkomunikasikan kemerdekaan Indonesia dan menerjemahkan teks proklamasi ke beberapa negara yang pernah disinggahinya, seperti Mesir dan Arab.

Sayangnya, rumah bersejarah ini justru lebih dikenal dengan cerita mistis yang beredar di media sosial, membuatnya dijuluki “rumah pocong”.

Lurah Jagalan, Kaharuddin Noor, sangat menyayangkan hal ini. Ia berharap masyarakat dapat mengetahui sejarah istimewa di balik Omah Indische, selain arsitektur bangunannya yang bergaya Eropa.

Untuk menghilangkan kesan mistis, pihaknya bersama pegiat wisata setempat menjadikan rumah ini sebagai salah satu objek wisata Desa Wisata Jagalan.

“Awalnya saya tidak tahu kalau rumah tersebut viral sebagai rumah berhantu atau rumah pocong. Lantas ada beberapa televisi swasta menyiarkan rumah milik keluarga Pak Rasjidi sebagai rumah hantu yang pada akhirnya malah menjadi viral. Kami, pihak keluarga ahli waris dan masyarakat Jagalan merasa sedih serta menyayangkan rumah bersejarah tersebut justru dijuluki sebagai rumah berhantu. Padahal bangunan tersebut menyimpan sejarah istimewa, selain arsitektur bangunannya yang bergaya Eropa,” ungkap Kahar, dikutip dari laman Jogjaprov.

Saat ini, rumah ini dijaga oleh seorang warga bernama Pajarno atau Nono. Meski sudah lama tak ditempati, Omah Indische masih tampak indah dengan arsitektur khas kolonial Belanda. Nono rutin membersihkan rumah ini setiap hari secara sukarela, agar sejarah rumah ini tidak terlupakan.

Ke depan, Omah Indische tidak lagi diperkenankan untuk dijadikan lokasi pembuatan konten yang disiarkan di media, agar kejadian serupa tidak terulang.

Pihak keluarga ahli waris dan masyarakat Jagalan berharap, rumah bersejarah ini dapat dikenal kembali sebagai saksi bisu perjuangan kemerdekaan Indonesia, bukan hanya sebagai “rumah pocong”.

 

 

Baca Juga: Travel JoSS

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*