JoSS, SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) telah mempersiapkan diri menyambut arus mudik Lebaran tahun 2024. Diperkirakan, sebanyak 18,23 juta orang akan masuk dan melintasi provinsi ini selama musim mudik.
Penjabat (Pj) Gubernur Jateng, Nana Sudjana dalam Rapat Forkopimda Provinsi Jawa Tengah bertema “Menjaga Stabilitas dan Kondusivitas Wilayah Jawa Tengah Menyambut Hari Raya Idul Fitri 2024/1445 H”, di Grhadhika Bhakti Praja, Senin (1/4/2024) mengungkapkan kesiapan Pemprov Jateng selanjutnya, yakni mendirikan posko terpadu angkutan Lebaran tahun 2024 pada H-7 sampai H+7 Lebaran, atau 3-18 April 2024.
Diperkirakan, puncak arus mudik terjadi pada 6-7 April 2024, dan puncak arus balik diprediksi pada 14-15 April 2024. Kemudian, ada pos pelayanan Lebaran 2024, baik itu di jalan tol maupun di jalan pantura.
“Pemprov Jateng telah menyiapkan posko terpadu angkutan Lebaran 2024 yang akan beroperasi mulai H-7 hingga H+7 Lebaran, yakni 3-18 April 2024. Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 6-7 April 2024, sedangkan puncak arus balik diprediksi pada 14-15 April 2024,” kata Penjabat (Pj) Gubernur Jateng, Nana Sudjana, dalam Rapat Forkopimda Provinsi Jawa Tengah, Senin (1/4/2024)
Nana juga menjelaskan bahwa ada tujuh titik posko pelayanan Lebaran yang disiapkan untuk menjaga kelancaran dan ketertiban masyarakat. Pemerintah bekerja sama dengan kepolisian, TNI, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP dalam penyelenggaraan posko tersebut.
Selain itu, Jateng juga menyiapkan program mudik dan balik rantau gratis bagi warga Jateng yang merantau di Jabodetabek dan bekerja di sektor informal. Program ini akan berlangsung pada 6-15 April 2024 dengan kapasitas mudik 7.680 orang dan balik rantau 6.160 orang.
Terkait infrastruktur, kondisi jalan nasional di Jateng dan DIY dalam kondisi baik. Meskipun demikian, terdapat 68 titik rawan kemacetan di Jateng yang telah dipetakan. Jalan yang sebelumnya terendam banjir di Demak dan Kudus saat ini sudah dapat dilalui setelah dilakukan perbaikan.
Pemerintah Provinsi juga telah menyiapkan langkah-langkah untuk menghadapi cuaca ekstrem. Mereka bekerja sama dengan BMKG, TNI, Polri, dan kabupaten/kota dalam upaya mengantisipasi kemungkinan banjir dan longsor.
Selain itu, Pemerintah Jateng juga memastikan ketersediaan pangan dan energi selama masa Lebaran. Mereka menjamin distribusi dan pasokan bahan-bahan pangan serta energi, termasuk masalah BBM dan listrik, selama masa Lebaran.
Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi, juga menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan personel kepolisian yang tersebar di 35 kota dan kabupaten serta pos polisi selama masa arus mudik Lebaran 2024. (lna)

Leave a Reply