
JoSS, JOGJA – Dibalik keindahan alam Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), tersimpan sebuah destinasi wisata yang menawarkan pengalaman menjelajahi ekosistem mangrove secara langsung. Kano Maritim Mangrove Baros, yang berlokasi di Baros, Tirtohargo, Kretek, Bantul, menjadi salah satu spot wisata yang kian diminati pengunjung.
Wisata kano ini dirancang khusus untuk menjelajahi keindahan Sungai Winongo hingga muara Pantai Baros Samas. Pengunjung akan dimanjakan dengan pemandangan alam yang kaya akan keanekaragaman hayati, mulai dari hamparan hutan bakau yang hijau membentang, sawah nan asri, hingga beragam jenis burung dan satwa liar yang dapat disaksikan.
Ari Saputra, Ketua Pengelola Wisata Kano Maritim Baros, menjelaskan bahwa wisata ini merupakan inisiatif warga setempat sebagai respons terhadap dampak pandemi.
Dikutip dari jogjaprov.go.id “Tercetuslah ide menjual pemandangan alam dari bawah atau dari atas air sungai dengan menaiki perahu karet. Lantas kami mengajukan pendanaan Danais dan akhirnya disetujui.Peralatan yang diterima dalam hibah awal mencakup 10 kano, 11 dayung, 10 pelampung, 22 pasang sepatu, dan 10 helm,” kata Ari Saputra.
Setelah mengajukan pendanaan melalui Dana Keistimewaan (Danais) dan mendapatkan persetujuan, pengelola pun mulai mengembangkan fasilitas pendukung, seperti 10 kano, 11 dayung, 10 pelampung, 22 pasang sepatu, dan 10 helm. Selain itu, mereka juga membangun toilet, gazebo, warung, dan pondok UMKM dengan melibatkan kelompok wanita tani (KWT) setempat.
Wisata kano ini menawarkan dua paket durasi, yaitu rute panjang berjarak hampir dua kilometer dengan waktu tempuh sekitar satu jam seharga Rp 50.000 per orang, serta rute pendek berdurasi sekitar setengah jam dengan jarak 500 meter dan biaya Rp 25.000 per orang. Dalam setiap paket, pengunjung akan mendapatkan minum dan mi instan, serta foto dokumentasi gratis.
“Kami hanya menawarkan dua paket durasi yaitu rute panjang berjarak hampir dua kilometer, waktu tempuh sekitar satu jam dengan biaya Rp 50 ribu per orang dan mendapatkan minum serta mi instan. Rute pendek berdurasi sekitar setengah jam dengan jarak 500 meter dan dikenakan biaya Rp 25 ribu per orang,” ujar Ari.
Adi menjelaskan keselamatan wisatawan menjadi prioritas utama kami. Karena itu, kami menyiapkan 8 orang pemandu untuk memandu setiap wisatawan yang menggunakan kano. Selain itu, pengunjung juga dilengkapi dengan perlengkapan keamanan seperti pelampung dan helm.
“Pengunjung juga dilengkapi dengan perlengkapan keamanan seperti pelampung.dan helm. Pengunjung akan mendapatkan foto dokumentasi gratis pada kedua paket tersebut. Kini, kami telah memiliki 13 kano dan melakukan pembasahan jumlah wisatawan maksimal 50 hingga 60 wisatawan per hari agar lingkungan tetap terjaga” lanjut Ari.
Saat ini, Kano Maritim Mangrove Baros telah memiliki 13 kano dan membatasi jumlah wisatawan maksimal 50 hingga 60 orang per hari agar lingkungan tetap terjaga. Ari berharap semakin banyak masyarakat yang dapat bergabung dan merasakan manfaat dari wisata ini, tidak hanya bagi pengunjung, tetapi juga bagi warga setempat.
“Semoga wisata kano ini semakin berkembang kedepannya. Saya ingin tempat wisata kano ini tidak seperti wisata lain yang hanya booming di awal saja tetapi inginnya di awal hingga seterusnya laris,” pungkas Ari. (RJ)

Leave a Reply