
JoSS, SEMARANG – DPD Partai Golkar Jawa Tengah (Jateng) mulai memunculkan tiga nama yang dipilih sebagai calon gubernur potensial dalam kontestasi Pilgub Jateng 2024. Ketiga nama tersebut adalah Ketua DPD Partai Golkar Jateng, Panggah Susanto; mantan Bupati Karanganyar dan Sekretaris DPD Golkar Jateng, Juliyatmono; serta Ketua Harian DPD Partai Golkar dan mantan Bupati Batang, Wihaji.
Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Golkar Jateng, Iqbal Wicaksono, menjelaskan bahwa ketiga nama tersebut telah masuk dalam daftar potensial untuk diusung dalam Pilgub Jateng 2024.
Namun, Bupati Kendal, Dico M. Ganinduto, yang sebelumnya disebut-sebut sebagai calon potensial, tidak masuk dalam daftar tersebut. Menurut Iqbal, hal ini disebabkan karena tugas Dico sebagai Bupati Kendal saat ini belum selesai sehingga belum layak diusulkan maju dalam bursa Pilgub Jateng 2024.
“Mas Dico belum selesai masa kerjanya sebagai Bupati Kendal, jadi belum layak diusung. Yang potensial ada tiga nama yakni Panggah Susanto, Juliyatmono, dan Wihaji,” ujar Iqbal, belum lama ini.
Iqbal juga menyebutkan bahwa Partai Golkar tengah membuka pintu komunikasi untuk berkoalisi dengan partai lain dalam menghadapi Pilgub Jateng 2024, karena Golkar tidak bisa mengusung calon sendiri mengingat hanya meraih 17 kursi DPRD Jateng dalam Pemilu 2024.
Ambang batas partai untuk mengusulkan calon sendiri di Pilgub Jateng adalah minimal 20% dari total kursi di DPRD Jateng, yakni 24 kursi.
Meski demikian, Iqbal menegaskan bahwa koalisi Partai Golkar di Pilkada 2024 nantinya kemungkinan akan berbeda dengan saat Pilpres 2024, di mana Golkar tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang mengusung pasangan capres dan cawapres nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Koalisi itu berisikan Partai Golkar, PAN, Demokrat, Gerindra, PKB, dan PSI.
“Jateng beda dengan nasional. Ada sosok-sosok yang perlu dicermati, iklim dan kondisi politiknya juga berbeda. Maka, komunikasi sementara sedang berjalan ke semua parpol, baaik Gerindra, PDIP, PKB, bahkan PPP,” ujarnya.
Sementara itu, dari ketiga nama tersebut, Pakar Politik Dr. Agus Riyanto menilai Wihaji paling layak.
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang ini mengungkapkan mantan Bupati Batang 2017-2022 ini,merupakan sosok muda berpengalaman yang dinilai layak untuk meramaikan bursa calon gubernur atau wakil gubernur Jawa Tengah pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) 27 November 2024.
Selain memiliki pengalaman di bidang pemerintahan selama menjabat sebagai Bupati Batang, Wihaji juga dikenal sebagai salah satu tokoh pemimpin muda di Jawa Tengah. Saat ini, Wihaji menjabat sebagai Ketua Harian DPD Partai Golkar Jawa Tengah, yang memberinya modal politik yang kuat.
Peningkatan signifikan suara Partai Golkar pada pemilu legislatif 2024 di Jawa Tengah juga menjadi salah satu faktor yang mendukung potensi keterlibatan Wihaji dalam Pilgub Jateng 2024.
“Wihaji pernah aktif sebagai Wakil Sekretaris Jenderal GP Ansor pada era kepemimpinan Yaqut Cholil Qoumas, dan merupakan lulusan S3 Universitas Negeri Jakarta. Modal sosial yang dimiliki Wihaji juga kuat karena secara kultural memiliki kedekatan dengan kalangan nahdliyin, salah satu basis massa terbesar di Jawa Tengah,” jelasnya.
Selain itu, lanjutnya pengalaman dan modal sosial, menjadi amunisi politik efektif bagi Wihaji jika memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai calon gubernur atau wakil gubernur Jawa Tengah.
Artinya, pria kelahiran Sragen itu juga memiliki modal sosial yang kuat karena secara kultural memiliki kedekatan dengan kalangan nahdliyin, salah satu basis massa terbesar di Jateng.
“Dua modal tersebut akan bisa menjadi salah satu amunisi politik efektif bagi Wihaji jika mencalonkan diri sebagai calon gubernur atau wakil gubernur Jateng,” ujar Agus Riyanto.
Pasca Ganjar Pranowo, lanjut dia, Jateng membutuhkan sosok pemimpin yang tidak hanya populis saja. Tetapi juga harus memiliki kapabilitas dan pengalaman dalam memimpin pemerintahan, dan ini ada pada sosok Wihaji.
“Ada beberapa persoalan penting yang harus ditangani dan menjadi pekerjaan rumah gubernur dan wakil gubernur Jateng mendatang. Seperti masalah kemiskinan, infrastruktur jalan, dan banjir rob sehingga dibutuhkan pemimpin yang benar-benar menguasai peta lapangan Jateng secara komprehensif maupun karakter dan aspirasi masyarakatnya,” pungkasnya. (lna)

Leave a Reply