
JoSS, CHINA – Baru-baru ini, di China, telah muncul tren kecantikan yang kontroversial dikenal sebagai “blood purification” atau terapi pemurnian darah. Terapi ini, mirip dengan dialisis, diklaim dapat memperpanjang umur hingga 20 tahun dan dipasarkan oleh salon kecantikan.
Namun, tren ini telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan para ahli kesehatan dan pengamat media sosial.
Perawatan ini banyak dipromosikan di platform media sosial China seperti Xiaohongshu dengan menggunakan kata kunci “pemurnian darah” dan “terapi ozon.” Tujuannya adalah untuk meningkatkan metabolisme, mengatur kekebalan tubuh, dan mendetoksifikasi tubuh.
Meskipun dianggap sebagai alat peremajaan yang populer di kalangan orang kaya, pengguna menggambarkan perawatan ini sebagai proses langkah demi langkah. Pertama, darah diambil dengan jarum suntik dan kemudian diinfus dengan ozon sebelum disuntikkan kembali ke dalam tubuh.
Salah satu pengguna terapi ini merinci pengalamannya dalam postingan media sosial, mengatakan, “Saya tidak terlalu takut dengan jarum suntik, tapi tetap saja sakit. Untuk langkah kedua, mereka mengambil 100cc darah. Saya tidak pingsan jika menyangkut darah dan saya cukup berani, jadi saya menyaksikan sendiri seluruh prosesnya,” katanya, dikutip dari BBC.
Namun, popularitas perawatan ini telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan para ahli medis. Luan Jie, wakil presiden di Rumah Sakit Bedah Plastik, Akademi Ilmu Kedokteran Tiongkok, menyatakan, “Keamanannya dipertanyakan. Selain itu, tidak ada bukti ilmiah yang membuktikan bahwa metode pemurnian ini dapat memperpanjang umur atau meremajakan tubuh.”
Warganet juga bereaksi terhadap tren ini. Seorang mengatakan, “Mereka yang berani mencoba ini punya keberanian yang besar tapi kurang akal sehat.” Sedangkan yang lain menambahkan, “Bukankah ini hanya cuci darah? Biayanya sekitar 800 yuan per sesi di rumah sakit dan ditujukan untuk pasien gagal ginjal. Orang normal tidak menjalani dialisis. Pemerintah harus mengatur hal ini dengan ketat.”
Seiring dengan kritik dan kekhawatiran yang berkembang, tren “pemurnian darah” ini terus menjadi sorotan di China. (lna)

Leave a Reply