Kesadaran Pengguna Sistem Informasi Kunci Utama Keamanan Data

Rapat Koordinasi Persandian dan Keamanan Informasi Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah di Hotel Kesambi Hijau, Semarang, pada Senin (26/2/2024). (foto: jatengprov.go.id)

JoSS, SEMARANG  – Sri Boentaran Darmo K, Sandiman Ahli Muda pada Direktorat Keamanan Siber dan Sandi Pemerintah Daerah, Badan Siber dan Sandi Negara, menegaskan bahwa kesadaran para pengguna sistem informasi merupakan titik kritis yang harus terus diperhatikan dalam menjaga keamanan data.

Hal ini disampaikannya saat Rapat Koordinasi Persandian dan Keamanan Informasi Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah di Hotel Kesambi Hijau, Semarang, pada Senin (26/2/2024).

Menurut Boentaran, meskipun infrastruktur sistem informasi telah dibangun dengan kuat, namun celah keamanan akan tetap terbuka jika kesadaran para pengguna rendah.

“Titik lemah dari keamanan informasi bukan pada aspek infrastruktur, tetapi titik terlemah pada mata rantai terendah, mulai dari kesadaran kita. Jadi, seberapa kuat kita membangun, kalau kesadaran kita rendah, di situlah celah keamanan terjadi,” jelasnya.

Boentaran juga menyoroti pentingnya aspek sumber daya manusia (SDM) dalam keamanan informasi, karena SDM memegang peranan sangat penting dalam menjaga keamanan data. Celah keamanan informasi, menurutnya, dapat meruntuhkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Oleh karena itu, lanjutnya pemerintah harus memperhatikan aspek-aspek keamanan informasi dan persandian dalam implementasi sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE).

Dalam penyelenggaraan keamanan informasi dan persandian, Perencana Ahli Madya Bappeda Provinsi Jateng, Suharyono, menekankan perlunya pendekatan terukur dan terstruktur. “Berhasil tidaknya keamanan informasi itu ada indikator kinerjanya. Lalu, terstruktur berarti ada langkah-langkahnya, dan terarah,” katanya.

Kepala Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah, Dadang Somantri, menyoroti terbatasnya kapasitas SDM, peran dan fungsi kelembagaan atau organisasi persandian yang belum optimal, serta tata kelola keamanan informasi dan persandian yang belum optimal.

Ia mendorong Dinas Kominfo di kabupaten/kota se-Jawa Tengah untuk terus meyakinkan kepala daerah tentang pentingnya keamanan informasi dan persandian.

Kesadaran keamanan informasi juga menjadi perhatian Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Tengah, yang diwakili oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Diskominfo, Moch Faizin.

Menurutnya, kesadaran ini menjadi faktor penting yang harus dibangun dan dikuatkan para pengguna dan penyelenggara sistem informasi dalam menjalin sinergi penyelenggaraan persandian dan keamanan informasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*