Bakal Dioperasikan di IKN, Segini Harga Mobil Terbang Vela Alpha Produksi PTDI

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat berkunjung ke booth PT Dirgantara Indonesia di Singapure Airshow 2024. (Instagram @budikaryas)

JoSS, SINGAPURA – PT Dirgantara Indonesia (PTDI) tengah mengembangkan drone Vela Alpha yang berkonsep mobil terbang dengan lepas landas secara vertikal atau vertical take-off landing (VTOL). Drone ini, yang dilengkapi dengan delapan pack baterai, akan meluncur dalam dua versi, yakni yang bermesin elektrik murni maupun hibrida.

Dalam tayangan video yang diunggah di YouTube oleh Vela Aero, Senin (26/2/2024), Vela Alpha disimulasikan mampu mengangkut penumpang dari pusat kota Jakarta menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang dengan waktu tempuh hanya 8 menit. Kecepatannya melebihi durasi tempuh menggunakan kereta bandara (44 menit) maupun mobil (minimal satu jam, belum termasuk kemacetan).

Untuk diketahui, mobil terbang diproyeksikan bakal hadir di Ibu Kota Nusantara (IKN) Indonesia pada 2045 mendatang. Hal itu membuat publik penasaran sejauh mana teknologi di Tanah Air mampu mewujudkannya serta berapa kisaran harga mobil terbang tersebut nantinya.

Mobil terbang buatan Indonesia ini dikembangkan PT Dirgantara Indonesia bekerja sama dengan Vela Prima Nusantara. Harga jual Vela Alpha berada di kisaran US$1,5 juta hingga US$2 juta atau sekitar Rp23 miliar hingga Rp31,25 miliar.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi saat mengunjungi Singapore Airshow 2024 turut mampir ke booth PTDI untuk melihat miniatur dan informasi teknologi aviasi yang tengah dikembangkan perusahaan tersebut. Menhub berharap Vela Alpha bisa segera terbang untuk keperluan komersial.

“Kunjungan ke booth PT Dirgantara Indonesia @officialptdi di event Singapore Airshow 2024. Saat ini PT DI sedang mengembangkan pesawat N219 dan helikopter/drone Vela Alpha. Keren sekali, semoga tahun 2026 dapat segera dirilis secara komersial. Tentu saja nantinya pesawat-pesawat buatan PT DI ini turut mendukung konektivitas udara terutama untuk menjangkau wilayah 3TP,” tulis akun Instagram @budikaryas, 21 Februari 2024.

Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Bambang Susantono baru-baru ini mengungkapkan masa depan IKN Indonesia tidak hanya sebagai Kota Hutan Berkelanjutan, tetapi juga Smart City atau Kota Pintar dengan menerapkan macam-macam teknologi, termasuk mobil terbang pada 2045.

“Konsep Kota Pintar atau Smart City tidak hanya mempermudah warganya, namun juga mengontrol sumber daya yang ada. Misalnya, untuk mengatur energi secara efisien dan mengurangi emisi melalui Smart Enery System,” ujarnya yang tampil dalam bentuk representasi diri digital visual atau avatar saat Nusantara Fair di Jakarta, Jumat (26/1/2024) seperti dikutip dari Antara.

Atau untuk transportasi, lanjutnya, bus di IKN nanti tanpa sopir. “Bahkan nanti akan ada mobil terbang pada tahun 2045. Pokoknya canggih banget, loh,” tambah dia.

Mengutip bisnis.com, startup yang beroperasi di California, Alef Aeronautics, berhasil mendapatkan sertifikasi kelayakan udara khusus dari Federal Aviation Administration (FFA), mode operasi Departemen Perhubungan Amerika, untuk mobil terbang rancangannya yang diberi nama Model A.

USA Today, Selasa (4/7/2023), melaporkan mobil terbang tersebut secara resmi diizinkan lepas landas dalam masa percobaan dengan memenuhi standar keselamatan National Highway and Traffic Safety Administration sebelum terbang.

CEO Alef, Jim Dukhovny, melalui rilisnya membeberkan Model A menggunakan 100 persen daya listrik. Mobil terbang dengan kapasitas hingga dua penumpang ini dapat dikendarai di jalan umum dan memiliki kemampuan lepas landas dan mendarat secara vertikal. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*