Polda Jateng dan Polrestabes Semarang Terus Selidiki Penyebab Ledakan di SPBU Undip Tembalang

Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jalan Prof Sudarto, tepatnya di kawasan Kampus Universitas Diponegoro (Undip) Tembalang, dipasang garis polisi pasca terjadinya ledakan Rabu (10/1/2024) pukul 12.10 WIB. (foto: solopos.com)

JoSS, SEMARANG – Polrestabes Semarang, Jawa Tengah, masih aktif melakukan penyelidikan terkait ledakan dan kebakaran yang terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jalan Prof Sudarto, tepatnya di kawasan Kampus Universitas Diponegoro (Undip) Tembalang. Rabu tanggal 10 Januari 2024 pukul 12.10 WIB

Menurut Kapolsek Tembalang, Kompol Wahdah Maulidiawati, ledakan tersebut berawal dari tempat panel listrik dan genset area SPBU.

“Ledakan di SPBU Undip Tembalang berawal dari tempat panel listrik dan genset area SPBU. Tak lama setelahnya, mesin pengisi bahan bakar (dispenser) nomor 2, 4, 5, 8, dan 11 meledak dan terbakar,” ungkap Kompol Wahdah dalam keterangannya, seperti dikutip dari Solopos.com.

Pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan Institut Forensik (Inafis) Polrestabes Semarang dan Tim Cabang Laboratorium Forensik (Cabfor Labfor) Polda Jateng untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. Kejadian ini mengakibatkan kerusakan pada tujuh dispenser pompa, satu genset, dan satu ruang panel listrik dengan kerugian materil diperkirakan mencapai Rp300 juta.

Walaupun tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, seorang petugas kebersihan SPBU Undip mengalami luka ringan. Polrestabes Semarang terus bekerja keras untuk mengungkap penyebab pasti dari kebakaran dan ledakan ini.

Sementara itu, Senior Supervisor Communication and Relationship Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah (JBT), Mariathia Mulia Asri, menyatakan bahwa penyebab pasti kejadian tersebut masih dalam penyelidikan. Meskipun demikian, pihaknya mengakui adanya masalah konsleting di area SPBU Undip Tembalang.

“Kami akui ada sedikit masalah di konsleting dan saat kejadian itu kan siang hari, ada uap, nah ketika ada konsleting dan ada uap itu yang menjadikan flash fire atau letupan. Namun ketika ada letupan itu operator sigap untuk menyebar APAR. Jadi ada foam bisa dilihat di belakang itu untuk menghindari adanya percikan api dari letupan itu,” jelas Mariathia.

Mariathia juga menambahkan bahwa saat kejadian, genset berada dalam kondisi mati. Oleh karena itu, titik awal konsleting masih belum dapat dipastikan.

Perkembangan lebih lanjut mengenai penyelidikan ini akan segera diinformasikan setelah hasil dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) dikeluarkan. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*