Pesisir Pantura Jateng Siaga Banjir Rob, Ini Yang Dilakukan Pemprov

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (Pusdataru) Jateng, Eko Yunianto. (foto: jatengprov.go.id)

JoSS, SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus bersiap mengantisipasi banjir rob yang diprediksi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akan terjadi di pesisir utara Jawa pada tanggal 26-28 Januari 2024.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemprov untuk menghadapi bencana hidrometereologi sejak akhir 2023.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (Pusdataru) Jateng, Eko Yunianto, mengatakan bahwa berdasarkan prediksi BMKG, potensi banjir rob tersebut mengancam sejumlah wilayah di pesisir Kabupaten Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Demak, Kota Semarang, dan Kota Tegal.

Menurut Eko, fenomena banjir rob disebabkan oleh beberapa faktor termasuk gravitasi bulan. Pihaknya telah bersiap sejak November 2023 dengan mendirikan posko siaga bencana musim hujan 2023/2024 yang akan beroperasi hingga Maret 2024.

“Kesiapsiagaan kita sudah dilakukan dengan pendirian posko siaga banjir, November 2023 lalu. Dengan adanya prediksi BMKG ini, kita tentu mengingatkan ke teman-teman jajaran PSDA, agar lebih siap. Apalagi puncak musim banjir diperkirakan pada Januari hingga Februari 2024,” ujarnya saat ditemui di Kantor Pusdataru, Jl Madukoro, Semarang, Jumat (26/1/2024).

Dia mengatakan Pusdataru Jateng telah melakukan persiapan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, Palang Merah Indonesia (PMI), Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI), serta pemerintah kabupaten/kota.

Selain itu, Pusdataru Jateng juga telah berkoordinasi dengan lima Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan enam Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (BPSDA) di bawah kendalinya.

Dia menuturkan untuk menghadapi potensi banjir rob, Pusdataru Jateng dan berbagai pihak terkait telah menyiapkan berbagai bahan dan peralatan seperti sandbag, kawat bronjong, dolken, ekskavator, vibroroller, mobile pump, pompa portabel, buldozer, dan dump truck.

Selain itu, Kota Semarang, Pekalongan, dan Kabupaten Pekalongan juga telah membangun sistem pengendali banjir rob.

Terkait bahan banjiran, terang Eko, enam Balai PSDA dan Pusdataru telah menyiapkan berbagai keperluan. Di antaranya, 176.250 lembar sandbag, 11 kawat bronjong, dan 600 batang dolken. Sementara itu, dari lima BBWS dan Perum Jasa Tirta I telah menyiapkan, 120.024 lembar sandbag, 47.879 kawat bronjong, dan 43.166 lembar geobag.

“Sementara peralatan yang dimiliki Dinas Pusdataru di antaranya, 12 unit ekskavator, 5 unit vibroroller, 8 unit mobile pump, 37 unit pompa portabel, 1 unit ekskavator long arm, 3 unit mini eksvator, 2 unit buldozer, dan 1 unit dump truck,” jelasnya.

Eko juga mengingatkan kepada masyarakat untuk selalu waspada dan memantau informasi kebencanaan serta prakiraan cuaca yang disampaikan oleh BMKG, BNPB, atau BPBD. (lna)

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*