Klenteng Sam Poo Kong: Jejak Sejarah Cheng Ho di Semarang yang Menawan

Klenteng Sam Poo Kong. (foto: Klook)

KLENTENG  Sam Poo Kong, yang juga dikenal sebagai Klenteng Gedung Batu, merupakan destinasi wisata yang tak boleh terlewatkan saat berkunjung ke Semarang. Jelang libur Imlek 2024, klenteng yang merupakan salah satu yang terbesar di Jawa ini menjadi tujuan favorit wisatwan.

Terletak di Jalan Simongan No. 129, Bongsari, Semarang Barat, klenteng ini menawarkan jejak sejarah Laksamana Tiongkok, Zheng He, yang merupakan seorang muslim Tiongkok yang singgah di Semarang pada masa lalu.

Dikenal sebagai klenteng Tionghoa tertua di Semarang, Klenteng Gedung Batu memiliki bangunan seluas 1.020 meter persegi yang mencerminkan pengaruh arsitektur Cina dan Jawa pada abad ke-14.

Menurut sejarah, awalnya Klenteng Sam Poo Kong adalah sebuah masjid kuno yang didirikan oleh penjelajah muslim asal Tiongkok, Zeng He atau Cheng Ho. Cheng Ho sedang melakukan pelayaran politik dan dagang di sepanjang pantai laut Jawa.

Klenteng ini awalnya merupakan petilasan bekas tempat pendaratan pertama Cheng Ho ketika berlabuh di Tanah Jawa.

Ketika salah satu awak kapal, Wang Jinghong (Ong King Hong), mengalami sakit parah, Cheng Ho memutuskan untuk merapat ke pantai utara Semarang, khususnya di Desa Simongan pada tahun 1401 M.

Di tempat tersebut, Cheng Ho mendirikan sebuah masjid tepi pantai yang sekarang telah berubah fungsi menjadi Klenteng Sam Poo Kong.

Kelenteng ini juga disebut Kelenteng Gedung Batu. Hal itu karena bentuknya yang memperlihatkan sebuah Gua Batu besar yang berada pada sebuah bukit batu.

Dengan perjalanan yang penuh keberanian dan nilai sejarah yang kaya, Klenteng Sam Poo Kong kini menjadi destinasi wisata yang menggabungkan warisan budaya Tiongkok dan Islam dalam lanskap sejarah Jawa.

Nah bagi yang ingin berkunjung, harga tiket masuk sangat terjangkau, yaitu Rp5.000 untuk anak-anak dan Rp7.000 untuk orang dewasa pada hari kerja. Pada akhir pekan, harga tiket naik menjadi Rp8.000 untuk anak-anak dan Rp10.000 untuk orang dewasa.

Harga tersebut hanya mencakup tiket masuk, sedangkan untuk masuk ke area sembahyang dan berdoa, dikenakan biaya tambahan sekitar Rp 28.000 untuk orang dewasa dan Rp 15.000 untuk anak-anak.

Klenteng buka setiap hari dengan jam operasional dari pukul 09:00 hingga 18:00 pada hari Senin hingga Jumat, serta dari pukul 08:00 WIB hingga 20:00 WIB pada akhir pekan.

Untuk mencapai lokasi Klenteng Sam Poo Kong, wisatawan dapat mengambil rute melalui Jalan Semarang-Surakarta atau melalui Jalan Pahlawan menuju Polda Jawa Tengah. Meskipun klenteng buka sepanjang hari, disarankan untuk mengunjungi pada pukul 10:00, 14:00, dan 17:00 agar dapat menikmati suasana yang lebih tenang. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*