Sebut Ancaman Bom di Pesawat Pelita Air Hanya Canda, Pelaku Terancam Hukuman 1 Tahun Penjara

Pesawat Pelita Air. (foto: @aviatren)

JoSS, JAKARTA – Ancaman bom di pesawat Pelita Air nomor penerbangan IP205 rute Surabaya-Jakarta yang membuat pesawat mengalami keterlambatan hanya merupakan candaan semata. Meski demikian, pelaku yang diketahui bercanda dengan ancaman bom tersebut kini terancam hukuman penjara maksimal satu tahun.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Ahmad Ramadhan, menyampaikan bahwa motif dari pelaku ancaman bom tersebut hanyalah guyonan belaka. “Ancaman itu benar ada tapi dia ternyata setelah diperiksa eh dia bercanda. Disampaikan maksudnya aja becanda katanya. Gitu. Jadi tidak ada bomnya,” ujar Ramadhan kepada wartawan, Rabu (6/12/2023).

Ramadhan menegaskan bahwa candaan tersebut mengakibatkan tim Detasemen Khusus Anti-teror 88 melakukan pemeriksaan di pesawat Pelita Air IP205. Pelaku guyon ancaman bom telah ditahan dan sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.

Corporate Secretary PT Pelita Air Service, Agdya P.P. Yogandari, menjelaskan bahwa pesawat Pelita Air dengan nomor penerbangan IP205 mengalami keterlambatan pada pukul 13.20 WIB akibat adanya ancaman bom. Tim keamanan langsung melakukan investigasi dan menemukan bahwa ancaman bom hanyalah gurauan dari seorang penumpang bernama Surya Hadi Wijaya yang menempati kursi 14A.

“Gurauan tersebut terlontar saat pesawat sedang berjalan [taxy] menuju landasan pacu,” kata Agdya dalam keterangannya. Akibat candaan tersebut, penumpang tersebut dapat dihukum pidana penjara maksimal satu tahun karena menyampaikan informasi palsu yang membahayakan keselamatan penerbangan.

General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Juanda, Sisyani Jaffar, menjelaskan bahwa pesawat Pelita Air IP205 diarahkan ke isolated parking area untuk pemeriksaan lebih lanjut oleh petugas gabungan Bandara Juanda. “Hasil pemeriksaan tidak ditemukan ancaman dimaksud,” ujarnya.

Penumpang yang bersangkutan telah ditangkap dan dibawa oleh POM Lanudal Juanda. Meskipun terjadi keterlambatan, tidak ada gangguan operasional penerbangan dan kegiatan bandara tetap berjalan normal.

Informasi terkait keterlambatan pesawat awalnya tersebar melalui pesan WhatsApp yang menyebutkan penumpang turun dari pesawat dan petugas Gegana turun ke pesawat. Foto-foto petugas bandara yang berjaga juga beredar di media sosial sebagai respons terhadap situasi tersebut. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*