Mahfud MD Dikecam karena Sebut Korupsi Akibat Tuntutan Istri, Tokoh Perempuan Bereaksi

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) RI, Mahfud MD, (Foto: static.promediateknologi.id)

JoSS, JAKARTA – Ucapan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) RI, Mahfud MD, tentang korupsi yang disebabkan oleh tuntutan istri menuai kecaman dari sejumlah tokoh perempuan.

Pernyataan Mahfud yang menyebut banyak suami tersandung kasus korupsi karena tuntutan istri dianggap merendahkan kaum perempuan.

Salah satu yang mengecam pernyataan Mahfud adalah penggiat media sosial, Dokter Tifa, yang menilai ucapan tersebut sangat seksis dan misoginis. Menurutnya, pernyataan tersebut menghina kaum perempuan dan tidak pantas disampaikan oleh seorang calon wakil presiden.

Dalam akun media sosial X @DokterTifa menyebut bahwa pernyataan Mahfud MD tersebut dinilai telah merendahkan kaum perempuan.

“Ucapan ini sangat sexiest dan misoginis. Menghina kaum perempuan, menganggap perempuan sebagai penyebab laki-laki melakukan kejahatan,” cuitnya, Minggu (17/12).  Tuduhan tersebut menurut dr Tifa tak layak untuk disampaikan oleh seorang cawapres.

Apalagi Mahfud MD juga dikenal sebagai profesor sehingga menurut dr Tifa sangat kurang pantas untuk melontarkan hal tersebut.

“Ini tuduhan amoral dan sangat tidak patut dilakukan seorang pejabat negara, Cawapres, apalagi Profesor,” bebernya.

Pendiri gerakan Quenrides, Iim Fahima, juga mengecam pernyataan Mahfud. Ia mempertanyakan mengapa laki-laki, yang dianggap sebagai mahluk rasional, tidak bisa tegas kepada istri.

Iim juga mengingatkan Mahfud untuk berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan agar tidak menimbulkan polemik di masyarakat. “Ayo team Pak Mahfud, harap dijaga supaya bapaknya ga kepeleset,” ucap Iim,

Sementara itu, eks Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, melalui akun media sosialnya, menegaskan bahwa secara statistik, pelaku korupsi lebih didominasi oleh laki-laki.

“Tidak selalu Pak. Justru secara statistik pelaku korupsi lebih banyak adalah laki2,” ucap Susi  melalui keterangan tertulis, Selasa (19/12/2023).

Kritik juga datang dari psikolog dan praktisi kesehatan masyarakat, Diah Satyani Saminarsih, yang menyayangkan narasi misoginis dalam pernyataan Mahfud.

“Sayang banget narasi misognistik spt ini masih dikedepankan terus. Berhenti plis. Istri2 jaman skrg punya karier dan penghasilan bagus, lho pak,” kata Diah lewat akun X @DiahSaminarsih.

Sebelumnya, Mahfud MD menyampaikan pernyataannya tentang kasus korupsi yang disebabkan oleh tuntutan istri saat menghadiri acara Halaqoh Kebangsaan dan Pelantikan Majelis Dzikir Al Wasilah di Asrama Haji Padang, Kota Padang, Sumatera Barat, Minggu (17/12/2023).

“Di dalam banyak kasus, suami-suami yang terjerumus kasus korupsi karena istrinya tidak baik. Gajinya Rp20 juta belanjanya Rp50 juta. Terpaksa ngutip sana, ngutip sini,” kata Mahfud dalam keterangannya, Senin (18/12/2023). (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*