Ketegangan Cina-Jepang Meningkat, Berebut Pulau-pulau di Laut Cina Timur

Kapal penjaga pantai Jepang berlayar mendekati kapal laut patroli Cina, Haijian No. 51 (depan) yang berlayar di sekitar perairan Kepulauan Senkaku di Laut Cina Timur yang menjadi wilayah sengketa antara Jepang dengan Cina (14/9). (foto: REUTERS/Kyodo)

JoSS, JEPANG – Pada Minggu, 10 Desember 2023, ketegangan antara Cina dan Jepang kembali mencuat setelah terjadi konfrontasi antara penjaga pantai kedua negara di perairan sekitar pulau-pulau yang dipersengketakan di Laut Cina Timur.

Penjaga pantai Cina mengklaim bahwa kapal nelayan Jepang dan beberapa kapal patroli telah menyusup ke wilayah perairan di sekitar pulau kecil yang oleh Cina disebut Diaoyu dan oleh Jepang disebut Senkaku, pulau-pulau yang dikuasai oleh Jepang tetapi juga diklaim oleh Cina.

Dalam pernyataannya, penjaga pantai Cina menegaskan bahwa mereka telah mengambil langkah yang diperlukan sesuai dengan hukum untuk memperingatkan kapal patroli Jepang yang dianggap melanggar wilayah perairan.

Sementara itu, penjaga pantai Jepang menyatakan bahwa dua kapal patroli Cina meninggalkan perairan Jepang setelah mendapatkan peringatan, dengan klaim bahwa kapal patroli tersebut sedang melindungi kapal nelayan Jepang yang sedang didekati oleh kapal patroli Cina.

Insiden ini menjadi yang terbaru dalam serangkaian konflik maritim di Asia yang melibatkan Cina. Pada November dan Oktober lalu, insiden serupa juga tercatat antara kedua negara. Cina dan Filipina juga terlibat saling tuding setelah terjadi tabrakan antara kapal patroli mereka di perairan Laut Cina Selatan yang mereka klaim sebagai teritori mereka.

Ketegangan di Laut Cina Timur, sudah pernah memanas pada 2019, ketika kepolisian Jepang meningkatkan pertahanan di pulau-pulau kecil yang dipersengketakan dengan mendirikan unit kepolisian khusus yang dilengkapi dengan senjata otomatis.

Meskipun Cina dan Jepang memiliki sengketa wilayah yang panjang, upaya-upaya pertahanan dan peningkatan pasukan di kawasan tersebut menunjukkan bahwa ketegangan semakin mendalam.

Dikutip dari  reuters.com, militer Jepang dan pasukan penjaga pantai negara itu telah bersikap siaga di sekitar pulau-pulau kecil yang persengketakan, namun ini pertama kali Jepang membentuk sebuah unit di kawasan itu untuk pertahanan. Belum ada komentar dari kepolisian Jepang atas pemberitaan ini.

Sebelumnya kepolisian Jepang meminta ada penambahan pasukan dalam anggaran untuk tahun ini hingga April 2020. Sekitar 159 pasukan tambahan dikerahkan untuk meningkatkan kemampuan merespon situasi di Okinawa dan Fukuoka.

Hubungan Jepang – Cina sudah lama dinodai oleh sengketa wilayah perairan Senkaku di Laut Timur Cina yang memiliki banyak pulau-pulau kecil dan luka lama atas agresi Perang Dunia II Jepang ke Cina. Pada 2012, sekelompok aktivis dari Cina mendarat di salah satu pulau di Senkaku dan mengibarkan bendera Cina di sana, dimana hal itu telah memancing kemarahan Jepang. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*