Harga Tiket Bus Jurusan Jakarta-Semarang Naik 15 Persen Jelang Natal dan Tahun Baru

Ilustrasi Bus AKAP. (foto: harianjogja)

JoSS, SEMARANG – Menjelang perayaan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 atau Nataru, harga tiket bus antar kota antar provinsi (AKAP) jurusan Jakarta-Semarang mengalami kenaikan sebesar 15 persen atau Rp20.000 dari harga normal. Kenaikan ini berlaku sejak 14 Desember 2023 dan diperkirakan akan berlangsung hingga 31 Desember 2023.

Bambang Pranoto Purnowo, perwakilan Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Semarang, mengungkapkan bahwa harga tiket bus untuk jurusan Jakarta-Semarang naik dari Rp165.000 menjadi Rp185.000. Harga tersebut akan tetap berlaku hingga akhir Desember 2023. Meskipun mengalami kenaikan, Bambang menegaskan bahwa tarif tersebut sudah tetap dan tidak akan naik lagi.

“Sudah hanya segitu (Rp185.000). Enggak naik lagi. Itu kenaikan hampir di semua agen bus Jakarta-Semarang,” jelas Bambang, seperti dikutip dari solopos.com, Jumat (15/12/2023).

Ia juga mencatat bahwa meskipun masih dua pekan menjelang momen Natal dan Tahun Baru, permintaan tiket bus sudah mulai ramai, terutama untuk rute Jakarta-Semarang yang telah mencapai okupansi sebesar 15 sampai 20 persen.

Bambang juga mengingatkan masyarakat yang bepergian agar tetap berhati-hati dan mematuhi protokol kesehatan, terutama penggunaan masker. Hal ini disampaikan mengingat peningkatan kasus Covid-19 di beberapa daerah, termasuk Jawa Tengah.

“Para pemudik jaga kesehatan. Hati-hati karena kabar tak enak lagi banyak akhir-akhir ini. Covid-19. Tetap pakai masker untuk mencegah kasus menular,” tambahnya.

Sementara itu, siperkirakan sekitar 14 juta pemudik akan masuk ke wilayah Jawa Tengah (Jateng) saat libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 atau Nataru.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jateng, Erry Derima Riyanto, menjelaskan bahwa jumlah kendaraan yang masuk ke Jateng melalui gerbang tol Kalikangkung diperkirakan mencapai 35.000 kendaraan saat puncak libur Nataru nanti. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan dengan libur Lebaran sebelumnya yang mencapai 72.000 kendaraan.

“Saat Lebaran itu puncaknya ada 72.000 kendaraan yang masuk tol Kalikangkung. Kalau ini di angka 35.000-40.000 kendaraan saat puncak di Kalikangkung. Patokan kami untuk jalan tol itu di Kalikangkung kemudian menyebar ke seluruh Jateng,” ungkap Erry.

Dishub Jateng telah menyiapkan sejumlah posko, termasuk posko terpadu Pemprov Jateng, enam posko di seluruh Balai Pengelola Sarana Prasarana Perhubungan wilayah Jateng, dan 22 posko di terminal tipe B seluruh Jateng.

Upaya ini dilakukan untuk memastikan kelancaran arus transportasi selama libur Natal dan Tahun Baru, serta memberikan informasi kepada pemudik terkait protokol kesehatan dan fasilitas transportasi. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*