
JoSS, SEMARANG – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KRMT Wongsonegoro Semarang terus berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan dengan membangun fasilitas baru berupa gedung 12 lantai untuk ruang rawat inap. Gedung ini akan menjadi bagian integral dari persiapan menuju implementasi Program Kelas Rawat Inap Standar (KRIS).
Direktur RSUD KRMT Wongsonegoro Semarang, dr Eko Krisnarto Sp.KK, menjelaskan bahwa gedung tersebut akan menjadi tempat penampungan untuk semua pasien kelas III, yang sebelumnya termasuk dalam jangkauan layanan BPJS Kesehatan.
“Dengan adanya KRIS, atau Kelas Rawat Inap Standar, BPJS Kesehatan akan menghapus kelas I dan II. Semua pasien kelas III akan dirawat di sini, karena kami akan memastikan bahwa standar pelayanan yang tinggi dapat diakses oleh semua,” ujarnya, seperti dikutip dari Antara, Rabu (22/11/2023).
Pembangunan gedung rawat inap 12 lantai saat ini sudah mencapai 95 persen, dengan perkiraan penyelesaian konstruksi pada bulan Desember. Tahap pertama konstruksi ini didanai sebesar Rp50 miliar, yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Semarang.
“Dengan alokasi anggaran sebesar Rp50 miliar dari APBD tahun ini, kami akan segera menyediakan fasilitas kesehatan yang modern dan representatif. Pada tahun 2023, rencananya akan ada tambahan dana sebesar Rp100 miliar, dengan Rp70 miliar dari APBD dan Rp30 miliar dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD),” tambah Eko.
Selain gedung rawat inap, RSUD KRMT Wongsonegoro Semarang juga sedang membangun gedung untuk Instalasi Gawat Darurat (IGD) tahap kedua dengan dua lantai, yang dianggarkan sebesar Rp12,3 miliar. Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, menekankan pentingnya agar pembangunan fasilitas baru ini sesuai dengan target waktu.
“Kami selalu siap dalam penyediaan fasilitas kesehatan. Untuk itu, saya minta agar progres pembangunan di RSUD ini dapat berjalan sesuai waktu yang telah ditetapkan, sehingga segera dapat dioperasionalkan untuk masyarakat,” tegas Wali Kota Semarang. (lna)

Leave a Reply